Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat meninjau kegiatan bersih-bersih lingkungan di Sungai Wiyoko di Kalurahan Plembutan, Playen. Senin (13/10/2025). /Istimewa humas pemkab gunungkidul.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Upaya ini dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya banjir saat musim hujan mendatang.
“Hari ini bersama-sama dengan warga dan anggota TNI-Polri melakukan kegiatan bersih-bersih di Padukuhan Wiyoko, Plembutan. Diharapkan dengan bersih-bersih maka potensi banjir di wilayah ini bsia dikurangi,” kata Endah, Senin (13/10/2025).
Dia menjelaskan, Padukuhan Wiyoko merupakan salah satu daerah yang rawan banjir. Tahun lalu, ia masih mengingat bahwa hujan deras yang terjadi menyebabkan terjadinya banjir sehingga mengganggu aktivitas warga.
Menurut dia, alasan utama melaksanakan kegiatan gotong royong ini adalah menumbuhkan rasa handarbeni atau memiliki terhadap lingkungan. “Kenapa kok ini saya minta digotong royongkan? Supaya semua punya handarbeni. Kalau semua ikut kerja bakti, nanti siapa saja yang buang sampah di sungai jadi musuh satu dusun,” katanya.
Meski demikian, Mbak Endah menegaskan, bahwa pemkab berkomitmen dalam upaya mengatasi banjir. Namun, partisipasi masyarakat tetap dibutuhkan agar pencegahan dapat dimaksimalkan. “Dengan gotong royong maka semua bisa ikut menjaga. Makanya, saya mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai maupun lingkungan di sekitar rumah masing-masing,” katanya.
Lurah Plembutan, Playen, Sukono mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas program sinergitas antara Pemkab Gunungkidul, TNI-Polri, dan masyarakat dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan gotong royong ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dapat menciptakan kekuatan sosial yang solid dalam menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana di Gunungkidul.
“Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat, terutama terkait pembangunan talud dalam upaya pencegahan banjir,” katanya.
Menurut dia, bantuan yang diberikan tidak hanya untuk pembangunan talut. Namun, juga ada bantuan rumah tak layak huni yang telah direnovasi.
“Ada rumah warga sebelumnya hampir roboh akibat banjir tahun lalu, dan kini telah diperbaiki sehingga layak huni kembali,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Mengenal sejarah Gedung Agung Jogja, dari era kolonial Belanda hingga menjadi saksi perjuangan kemerdekaan dan pusat agenda kenegaraan.
Khalyana Zahira, siswi MAN 1 Lubuklinggau, berhasil menjadi Paskibraka Nasional 2026 dan bertugas pada upacara HUT ke-81 RI.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran harus berjalan beriringan dalam Malam Tirakatan HUT ke-81 RI.
Sebanyak 683 dari 794 BTS terdampak gempa NTT telah pulih. Komdigi mencatat 111 site masih mengalami gangguan.
Simak jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo pada Senin 17 Agustus 2026, lengkap dengan jam keberangkatan dari Tugu dan Kutoarjo.