Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
PKL menutup lapaknya di tempat relokasi parkir ABA, di eks Menara Kopi Kotabaru, beberapa waktu lalu./ist Agil
Harianjogja.com, JOGJA—Relokasi Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali (ABA) ke eks Menara Kopi Kotabaru telah berjalan sekitar lima bulan. Selama di lokasi baru, kondisi sangat berat bagi juru parkir dan Pedagang Kaki Lima (PKL) karena nyaris tidak ada pemasukan sama sekali.
Wakil Ketua Paguyuban Keluarga Besar ABA, Agil Suhariyanto, menjelaskan sudah lebih dari lima bulan di lokasi baru, kondisinya sangat sepi. “Benar-benar sepi total karena tidak ada lagi armada bus yang masuk ke tempat kami,” ujarnya, Senin (13/10/2025).
Bahkan pada saat akhir pekan atau hari libur pun menurutnya kondisinya tidak lebih baik. “Untuk hari-hari libur atau akhir pekan pun kondisinya sama saja, tetap sepi. Bus-bus wisata itu lebih banyak memilih parkir di tempat lain yang lebih dekat ke Malioboro,” katanya.
Kendaraan wisata baik bus maupun mobil menurutnya lebih memilih parkir di lokasi yang lebih dekat dengan Malioboro, seperti di jalan Mangkubumi sisi timur, dekat rel kereta. “Di sana malah ramai bisa menampung ratusan bus,” ungkapnya.
Adapun aktivitas parkir yang berlangsung hanya dari resto Zona Seafood yang ada di depan lahan parkir tersebut. Karena nyaris tidak ada pendapatan, banyak PKL yang tidak beraktivitas. “Kadang cuma pada menanyakan ‘ada bus enggak hari ini’ kalau ada ya jualan, kala ga ada ya ga jualan,” katanya.
Untuk sekadar bertahan hidup mereka pun banyak yang beralih ke pekerjaan lain. “Ada yang hanya menganggur, ada yang beralih ke pekerjaan lain, sak obah-obahe, waton obah. Tapi mnggu-minggu ini sudah pada ngeluh di grup [Whatsapp Group],” katanya.
Dari Pemkot Jogja maupun Pemda DIY pun menurutnya hanya membiarkan mereka berjalan sendiri. Maka paguyuban berencana menemui Walikota Jogja pada Rabu (15/19/2025) untuk mencari solusinya. “Kami ingin menyampaikan kondisi di lapangan, terutama soal arus lalu lintas di kawasan utara yang belum sesuai dengan aturan yang ditetapkan,” ungkapnya.
Ia kecewa dengan pemerintah karena sudah mau menuruti kebijakan untuk direlokasi, namuns etelah relokasi mereka seperti tidak diperhatikan. “Kami selalu patuh pada aturan pemerintah. Kalau diminta pindah, kami manut. Tapi anehnya, justru sekarang kami seperti tidak diperhatikan. Seakan-akan dibiarkan begitu saja tanpa ada langkah nyata dari pemerintah,” ujarnya.
Jika tidak ditemukan solusi dalam audiensi tersebut, pihaknya berencana untuk membawa para PKL berdagang di sekitar eks ABA. “Kami sudah sepakat dengan para pedagang untuk menempati area sekitar parkiran lama, terutama di sekitar pos Gumatan,” kata dia.
Dengan hal ini ia berharap wisatawan yang parkir di kawasan Mangkubumi atau yang datang dari arah utara tetap bisa memberi dampak ekonomi kepada para pedagang. “Yang penting, pedagang bisa tetap mencari makan. Itu saja,” tegasnya.
Harian Jogja berusaha menghubungi Dinas Perhubungan DIY terkait hal ini, namun belum mendapat respon. Seperti diketahui, jukir dan PKL TKP ABA direlokasi dari ABA ke eks Menara Kopi Kotabaru sejak Mei lalu. Relokasi ini untuk penataan lahan ABA yang akan dijadikan ruang terbuka hijau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.