Akses Air Perpipaan di Kota Jogja Rendah, Pencemaran Sumur Disorot
Akses air perpipaan di Kota Jogja baru 30 persen. Wali Kota Hasto Wardoyo mengingatkan risiko pencemaran air sumur bagi warga.
Foto ilustrasi Waste to Energy. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jogja mendorong pesantren untuk mengolah sampah secara mandiri.
Kepala Kemenag Kota Jogja, Ahmad Shidqi mengimbau pesantren di Kota Jogja untuk mengolah sampah secara mandiri. Saat ini terdapat 36 pesantren dengan jumlah santri yang beragam. Beberapa pesantren jumlahnya puluhan santri dan sebagian lainnya mencapai ribuan orang. Perbedaan tesebut membuat pengolahan sampah di pesantren tersebut berbeda-beda.
“Pesantren kecil biasanya masih menggunakan cara konvensional, yakni sampah dikumpulkan dan diserahkan ke depo kota. Sedangkan pesantren besar mulai berinisiatif mengelola sampahnya sendiri,” ujarnya dalam Jumpa Pers Peringatan Hari Santri 2025 di Kantor Diskominfo Kota Jogja pada Kamis (16/10/2025).
Keterbatasan lahan menjadi kendala bagi pesantren yang memiliki santri yang mencapai puluhan orang. Akibatnya pesantren tersebut tidak dapat mengolah sampahnya secara mandiri. Di sisi lain pesantren dengan jumlah santri yang telah mencapai ribuan orang dinilai memiliki lahan yang realtif luas untuk mengolah sampah secara mandiri.
Menurutnya pesantren dengan lahan yang luas tersebut telah memilah dan mengolah sampahnya secara mandiri. “Pesantren tersebut sudah bisa menghemat biaya dan bahkan menghasilkan nilai ekonomi dari sampah yang dikelola,” katanya.
Shidqi berharap model tersebut dapat diadopsi oleh pesantrenn lain di Kota Jogja dengan menyesuaikan kondisi dan kemampuan mengolah sampah masing-masing. Pengelolaan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama di kalangan pesantren.
Kabid Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja, Ahmad Haryoko mengaku sampah di pesantren didominasi berupa sampah organik, terutama sisa makanan. Ia mendorong pesantren untuk mengelola sampah organik langsung di lokasi, misalnya untuk pakan ternak atau kompos.
“Banyak pesantren tidak memiliki lahan luas, tapi dengan pengelolaan yang tepat, food waste bisa dimanfaatkan agar tidak menumpuk di depo,” katanya.
Dalam peringatan hari santri, Kanwil Kemenag Kota Jogja pun menggelar bersih-bersih di beberapa pesantren. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung program pengolahan sampah di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akses air perpipaan di Kota Jogja baru 30 persen. Wali Kota Hasto Wardoyo mengingatkan risiko pencemaran air sumur bagi warga.
BPHTB dan biaya PBG bagi masyarakat berpenghasilan rendah kini digratiskan. Pemerintah berharap kepemilikan rumah dan ekonomi daerah ikut meningkat.
Thailand memimpin Grup B Piala AFF 2026 usai menghajar Laos 5-0, sementara Malaysia bangkit dari ketertinggalan untuk menaklukkan Myanmar 2-1.
Persib Bandung kalahkan Arema FC 1-0 di laga pembuka Piala Presiden 2026. Gol Uilliam Baros di menit 24 bawa Maung Bandung puncaki klasemen Grup A
Pengangguran Kota Jogja didominasi usia di atas 35 tahun. Dinsosnakertrans memperluas peluang kerja nonformal dan kewirausahaan bagi warga.
TikTok didenda Rp126,5 miliar di Korea Selatan setelah regulator menemukan pengumpulan data perilaku jutaan pengguna tanpa pemberitahuan memadai.