Paguyuban Dukuh Sleman Minta Siltap Rp2,9 Juta Dipertahankan
Paguyuban Dukuh Sleman meminta siltap Rp2,9 juta per bulan dipertahankan dan menyampaikan dua usulan lain terkait pembangunan serta tunjangan purna tugas.
Foto ilustrasi Waste to Energy. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jogja mendorong pesantren untuk mengolah sampah secara mandiri.
Kepala Kemenag Kota Jogja, Ahmad Shidqi mengimbau pesantren di Kota Jogja untuk mengolah sampah secara mandiri. Saat ini terdapat 36 pesantren dengan jumlah santri yang beragam. Beberapa pesantren jumlahnya puluhan santri dan sebagian lainnya mencapai ribuan orang. Perbedaan tesebut membuat pengolahan sampah di pesantren tersebut berbeda-beda.
“Pesantren kecil biasanya masih menggunakan cara konvensional, yakni sampah dikumpulkan dan diserahkan ke depo kota. Sedangkan pesantren besar mulai berinisiatif mengelola sampahnya sendiri,” ujarnya dalam Jumpa Pers Peringatan Hari Santri 2025 di Kantor Diskominfo Kota Jogja pada Kamis (16/10/2025).
Keterbatasan lahan menjadi kendala bagi pesantren yang memiliki santri yang mencapai puluhan orang. Akibatnya pesantren tersebut tidak dapat mengolah sampahnya secara mandiri. Di sisi lain pesantren dengan jumlah santri yang telah mencapai ribuan orang dinilai memiliki lahan yang realtif luas untuk mengolah sampah secara mandiri.
Menurutnya pesantren dengan lahan yang luas tersebut telah memilah dan mengolah sampahnya secara mandiri. “Pesantren tersebut sudah bisa menghemat biaya dan bahkan menghasilkan nilai ekonomi dari sampah yang dikelola,” katanya.
Shidqi berharap model tersebut dapat diadopsi oleh pesantrenn lain di Kota Jogja dengan menyesuaikan kondisi dan kemampuan mengolah sampah masing-masing. Pengelolaan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama di kalangan pesantren.
Kabid Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja, Ahmad Haryoko mengaku sampah di pesantren didominasi berupa sampah organik, terutama sisa makanan. Ia mendorong pesantren untuk mengelola sampah organik langsung di lokasi, misalnya untuk pakan ternak atau kompos.
“Banyak pesantren tidak memiliki lahan luas, tapi dengan pengelolaan yang tepat, food waste bisa dimanfaatkan agar tidak menumpuk di depo,” katanya.
Dalam peringatan hari santri, Kanwil Kemenag Kota Jogja pun menggelar bersih-bersih di beberapa pesantren. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung program pengolahan sampah di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Paguyuban Dukuh Sleman meminta siltap Rp2,9 juta per bulan dipertahankan dan menyampaikan dua usulan lain terkait pembangunan serta tunjangan purna tugas.
Como asuhan Cesc Fabregas membantai Lens 9-1 pada matchday keempat Liga Champions 2026/2027. Anastasios Douvikas mencetak hattrick.
MotoGP Qatar 2026 berlangsung 6-8 November di Sirkuit Lusail. Simak jadwal lengkap dan peluang Marc Marquez mengunci gelar juara dunia.
Enam wakil Indonesia berlaga di babak 16 besar Korea Open 2026, Kamis (5/11). Simak jadwal, lawan, dan perkiraan waktu pertandingan.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bantul mendorong sekolah membangun kebiasaan membaca minimal 15 menit setiap hari
AMI Awards 2026 digelar di Jakarta pada 4 November. Tulus dan Idgitaf mendominasi sejumlah kategori. Simak daftar lengkap pemenangnya.