Dana Terbatas, Perbaikan Jalan Kawasan Industri Semin Tahun Ini Hanya 230 Meter
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus tenggelamnya seorang siswa kelas dua berinisial G di Kapanewon Wonosari saat kegiatan pramuka sepertinya akan berbuntut panjang. Pasalnya, jajaran Polsek Wonosari terus melakukan penyelidikan dan sudah memeriksa dua orang saksi.
Kapolsek Wonosari, Kompol Edi Purnomo, mengatakan kasus tenggelamnya siswa SD saat kegiatan pramuka mendapatkan perhatian khusus. Pascaperistiwa terjadi pada 15 Oktober 2025, pihaknya telah memulai penyelidikan untuk mengetahui kronologi pasti kejadian.
"Ini masih awal dan bersifat internal sehingga belum bisa mengungkapkan secara detail terkait dengan penyelidikan," katanya kepada wartawan, Jumat (24/10/2025).
Untuk mengetahui kronologi pasti, pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi. Hanya saja, ia memastikan hingga sekarang belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini.
"Pemeriksaan saksi masih akan berlanjut. Kami belum meminta keterangan dari keluarga karena masih dalam kondisi berkabung," ujarnya.
Peristiwa nahas ini bermula saat ada kegiatan pramuka dengan materi pengenalan alam. Para peserta diajak melakukan penyusuran pada Rabu sekitar pukul 13.00 WIB.
"Total ada delapan puluh anak yang mengikuti kegiatan pramuka, dari kelas 1 sampai 6," kata Edi kepada wartawan, Kamis (16/10/2025) siang.
Dia menjelaskan, di dalam kegiatan ini, anak-anak diajak melakukan penelusuran di lingkungan sekitar. Adapun lokasi kejadian siswa tenggelam berjarak 2,5 kilometer dari sekolah.
"Ada yang melakukan pengamatan ke sungai dengan melihat hewan-hewan di dalam air," tuturnya.
Peristiwa hilangnya G baru diketahui pada Rabu petang karena ayah korban curiga anaknya belum pulang. Sementara itu, sepatu dan tas korban sudah diantar pulang teman anaknya tersebut.
"Setelah itu baru dilakukan pencarian dan korban ditemukan tewas tenggelam di Sungai Kamal sekitar pukul 20.00 WIB," ungkapnya.
Adanya siswa SD kelas dua yang tenggelam di Sungai Kamal dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati. Menurut dia, kegiatan ini bukan aktivitas luar ruang (outbond), tetapi kegiatan pramuka untuk penyusuran dalam rangka pengenalan lingkungan kepada para siswa.
"Sebelum ditemukan tenggelam, korban sempat dinyatakan hilang kemudian dilakukan pencarian hingga ketemu dalam keadaan meninggal dunia," kata Nunuk.
Ia tidak menampik, saat ditemukan ada upaya memberikan pertolongan pertama pada korban. Namun, jiwanya tidak tertolong karena sudah dalam keadaan berhenti bernapas.
"Untuk detail tenggelam akan kami lakukan klarifikasi ke sekolah. Yang jelas, kejadian ini harus menjadi pembelajaran bersama agar peristiwa sama tidak terulang," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
MenPPPA Arifah Fauzi mengajak Wanita Syarikat Islam memperkuat kemandirian ekonomi, mencegah kekerasan, dan melahirkan pemimpin perempuan.
Erick Thohir menyampaikan surat Presiden Prabowo kepada Gianni Infantino sebagai bentuk dukungan Indonesia terhadap kepemimpinan FIFA.
Harga emas Pegadaian Sabtu (24/10/2026) bervariasi untuk Antam, Galeri 24, dan UBS. Simak harga jual dan buyback berbagai ukuran.
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo 24 Oktober 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal Satpas 1450, SIMENOR, SIM Keliling, dan syaratnya.
Prestasi siswa tak hanya diukur dari keberhasilan masuk PTN. Perguruan tinggi swasta (PTS) juga menawarkan pendidikan berkualitas dan peluang ber