Syarat Pendaftaran Sekolah Rakyat Gunungkidul, Dibuka SD hingga SMA
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus tenggelamnya seorang siswa kelas dua berinisial G di Kapanewon Wonosari saat kegiatan pramuka sepertinya akan berbuntut panjang. Pasalnya, jajaran Polsek Wonosari terus melakukan penyelidikan dan sudah memeriksa dua orang saksi.
Kapolsek Wonosari, Kompol Edi Purnomo, mengatakan kasus tenggelamnya siswa SD saat kegiatan pramuka mendapatkan perhatian khusus. Pascaperistiwa terjadi pada 15 Oktober 2025, pihaknya telah memulai penyelidikan untuk mengetahui kronologi pasti kejadian.
"Ini masih awal dan bersifat internal sehingga belum bisa mengungkapkan secara detail terkait dengan penyelidikan," katanya kepada wartawan, Jumat (24/10/2025).
Untuk mengetahui kronologi pasti, pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi. Hanya saja, ia memastikan hingga sekarang belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini.
"Pemeriksaan saksi masih akan berlanjut. Kami belum meminta keterangan dari keluarga karena masih dalam kondisi berkabung," ujarnya.
Peristiwa nahas ini bermula saat ada kegiatan pramuka dengan materi pengenalan alam. Para peserta diajak melakukan penyusuran pada Rabu sekitar pukul 13.00 WIB.
"Total ada delapan puluh anak yang mengikuti kegiatan pramuka, dari kelas 1 sampai 6," kata Edi kepada wartawan, Kamis (16/10/2025) siang.
Dia menjelaskan, di dalam kegiatan ini, anak-anak diajak melakukan penelusuran di lingkungan sekitar. Adapun lokasi kejadian siswa tenggelam berjarak 2,5 kilometer dari sekolah.
"Ada yang melakukan pengamatan ke sungai dengan melihat hewan-hewan di dalam air," tuturnya.
Peristiwa hilangnya G baru diketahui pada Rabu petang karena ayah korban curiga anaknya belum pulang. Sementara itu, sepatu dan tas korban sudah diantar pulang teman anaknya tersebut.
"Setelah itu baru dilakukan pencarian dan korban ditemukan tewas tenggelam di Sungai Kamal sekitar pukul 20.00 WIB," ungkapnya.
Adanya siswa SD kelas dua yang tenggelam di Sungai Kamal dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati. Menurut dia, kegiatan ini bukan aktivitas luar ruang (outbond), tetapi kegiatan pramuka untuk penyusuran dalam rangka pengenalan lingkungan kepada para siswa.
"Sebelum ditemukan tenggelam, korban sempat dinyatakan hilang kemudian dilakukan pencarian hingga ketemu dalam keadaan meninggal dunia," kata Nunuk.
Ia tidak menampik, saat ditemukan ada upaya memberikan pertolongan pertama pada korban. Namun, jiwanya tidak tertolong karena sudah dalam keadaan berhenti bernapas.
"Untuk detail tenggelam akan kami lakukan klarifikasi ke sekolah. Yang jelas, kejadian ini harus menjadi pembelajaran bersama agar peristiwa sama tidak terulang," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendekatkan sarana pelayanan kepada masyarakat luas.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.