DPRD Sleman Desak Pemkab Pastikan 4.278 ATS Kembali ke Bangku Sekolah
DPRD Sleman meminta penanganan 4.278 anak tidak sekolah dievaluasi setiap tiga bulan. Pemkab didorong memastikan ATS kembali mengakses pendidikan, bukan sekadar
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Seorang santri Pondok Pesantren Al-Mahali Jejeran, Wonokromo, Pleret, Bantul bernama Ibnu Shodik, 16, tewas tenggelam di Sungai Code Jejeran 2 Wonokromo, Pleret pada Sabtu, (12/11/2022) sekitar pukul 10.30 WIB.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana, mengatakan korban pergi bersama dengan delapan temannya yaitu Roby, Zaki, Arun, Edo, Dani, Ilham, Niko, dan Takul.
Mereka berencana mandi di Sungai Code. Kemudian tiba-tiba korban mengajak Niko ke tengah dengan maksud menjajaki kedalaman sungai. Namun, ternyata sungai tersebut terlalu dalam sehingga korban pun tenggelam.
Korban sempat menarik Niko untuk agar tidak tenggelam. Hanya saja tarikan tersebut lepas. Niko pun langsung menepi. Ilham yang tahu kejadian tersebut langsung berenang ke tengah lalu menyelam untuk menarik korban. Namun Ilham tidak kuat menariknya dan justru hampir terseret arus.
Baca juga: Jalan Perwakilan Jadi Pintu Masuk JPG Malioboro, PKL Harus Pindah
Sementara Dani juga berusaha menarik korban. Dia sempat berhasil memeluk korban di dalam sungai namun Dani juga tidak kuat dan akhirnya kembali terlepas. Setelah itu, korban sudah tidak terlihat lagi di sekitar mereka. Niko pun langsung meminta tolong kepada seorang pemancing.
Komandan SAR DIY Distrik Bantul, Bondan, mengatakan bahwa korban akhirnya dapat dievakuasi 5 meter dari tempat kejadian pukul 13.20 WIB. Bersama SAR gabungan, Bondan lalu membawa korban ke rumah duka.
Guru pendamping santri Pondok Pesantren AL-Mahali, Alfian, 27, mengatakan kejadian bermula saat sembilan anak sedang bermain di Sungai Code. Namun satu santri bernama Ibnu Shodik tidak bisa berenang.
“Memang kejadiannya di luar jam sekolah santri. Bapak guru juga sudah pulang. Lalu kesembilan anak itu pergi ke sungai untuk bermain air,” kata Alfian dalam keterangan tertulis.
Sementara itu, Bupatu Bantul Abdul Halim Muslih yang hadir dalam upaya pencarian korban mendorong Tim SAR agar proses pencarian korban dipercepat.
“Kita sangat berharap [korban] ditemukan dan kita sangat bersedih atas peristiwa ini. Anak-anak itukan tidak tahu kondisi sungai seperti ini. Terlebih mereka keluar dari sekolah tanpa seizin pengasuh. Harapan saya korban segera ditemukan,” kata Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman meminta penanganan 4.278 anak tidak sekolah dievaluasi setiap tiga bulan. Pemkab didorong memastikan ATS kembali mengakses pendidikan, bukan sekadar
Harga tiket pesawat ke Jepang diprediksi lebih murah mulai September 2026. ANA dan JAL turunkan biaya tambahan bahan bakar jadi Rp3,69 juta, lebih hemat Rp1,4 j
Sekolah mahal belum tentu menjamin kesuksesan anak. Riset terhadap keluarga pengusaha sukses menemukan lima karakter utama yang justru lebih menentukan masa dep
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak warga mengawasi revitalisasi sekolah swakelola agar pembangunan sesuai kebutuhan.
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men