Dugaan Keracunan MBG, SOP SPPG di Sleman Bakal Diperkuat
Satgas MBG Sleman membahas penguatan SOP SPPG usai audiensi Warga Peduli Anak dengan DPRD Sleman terkait dugaan keracunan pangan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Seorang santri Pondok Pesantren Al-Mahali Jejeran, Wonokromo, Pleret, Bantul bernama Ibnu Shodik, 16, tewas tenggelam di Sungai Code Jejeran 2 Wonokromo, Pleret pada Sabtu, (12/11/2022) sekitar pukul 10.30 WIB.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana, mengatakan korban pergi bersama dengan delapan temannya yaitu Roby, Zaki, Arun, Edo, Dani, Ilham, Niko, dan Takul.
Mereka berencana mandi di Sungai Code. Kemudian tiba-tiba korban mengajak Niko ke tengah dengan maksud menjajaki kedalaman sungai. Namun, ternyata sungai tersebut terlalu dalam sehingga korban pun tenggelam.
Korban sempat menarik Niko untuk agar tidak tenggelam. Hanya saja tarikan tersebut lepas. Niko pun langsung menepi. Ilham yang tahu kejadian tersebut langsung berenang ke tengah lalu menyelam untuk menarik korban. Namun Ilham tidak kuat menariknya dan justru hampir terseret arus.
Baca juga: Jalan Perwakilan Jadi Pintu Masuk JPG Malioboro, PKL Harus Pindah
Sementara Dani juga berusaha menarik korban. Dia sempat berhasil memeluk korban di dalam sungai namun Dani juga tidak kuat dan akhirnya kembali terlepas. Setelah itu, korban sudah tidak terlihat lagi di sekitar mereka. Niko pun langsung meminta tolong kepada seorang pemancing.
Komandan SAR DIY Distrik Bantul, Bondan, mengatakan bahwa korban akhirnya dapat dievakuasi 5 meter dari tempat kejadian pukul 13.20 WIB. Bersama SAR gabungan, Bondan lalu membawa korban ke rumah duka.
Guru pendamping santri Pondok Pesantren AL-Mahali, Alfian, 27, mengatakan kejadian bermula saat sembilan anak sedang bermain di Sungai Code. Namun satu santri bernama Ibnu Shodik tidak bisa berenang.
“Memang kejadiannya di luar jam sekolah santri. Bapak guru juga sudah pulang. Lalu kesembilan anak itu pergi ke sungai untuk bermain air,” kata Alfian dalam keterangan tertulis.
Sementara itu, Bupatu Bantul Abdul Halim Muslih yang hadir dalam upaya pencarian korban mendorong Tim SAR agar proses pencarian korban dipercepat.
“Kita sangat berharap [korban] ditemukan dan kita sangat bersedih atas peristiwa ini. Anak-anak itukan tidak tahu kondisi sungai seperti ini. Terlebih mereka keluar dari sekolah tanpa seizin pengasuh. Harapan saya korban segera ditemukan,” kata Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satgas MBG Sleman membahas penguatan SOP SPPG usai audiensi Warga Peduli Anak dengan DPRD Sleman terkait dugaan keracunan pangan.
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Bregodo Suryatmojo turut menjadi etalase budaya sekaligus pintu promosi potensi kampung wisata di wilayah asalnya saat bertugas di kawasan Malioboro, Minggu (2
BMKG mencatat rekor 123 hari tanpa hujan di Sumberklampok, Buleleng, Bali, di tengah musim kering yang dipengaruhi El Nino.
Putin membatasi pengungkapan data minyak dan energi Rusia, termasuk harga, pembeli, rute pengiriman, hingga kapasitas kilang.
Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi. DPRD mengusulkan perbaikan lewat BTT dan meminta rute dikaji ulang.