DPRD DIY Bentuk Pansus Kesehatan Jiwa, Cegah Pasung dan Bunuh Diri
DPRD DIY membentuk Pansus Perda Kesehatan Jiwa untuk memperkuat edukasi, mencegah pasung dan bunuh diri, serta meningkatkan layanan.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo (bertopi) saat meninjau rumah tak layak huni di Prawirodirjan, Gondomanan, pada Minggu (26/10/2025). - Ist/ Dok. Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja kembali melanjutkan program bedah rumah pada Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dua rumah tak layak huni di wilayah Gondomanan dan Gedongtengen menjadi sasaran kegiatan sosial tersebut pada Minggu (26/10/2025) pagi.
Dua penerima bantuan yakni Eny Widiastuty, warga Kampung Prawirodirjan, Kelurahan Prawirodirjan, Kemantren Gondomanan, serta Arif Iswandono, warga Kampung Jlagran, Kelurahan Pringgokusuman, Kemantren Gedongtengen.
Keduanya memperoleh bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang disalurkan oleh BPD DIY dengan nilai masing-masing Rp20 juta. Selain itu, Wali Kota Hasto juga menambahkan bantuan pribadi sebesar Rp2 juta.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa membantu dua keluarga. Kondisi rumah Bu Eni sudah sangat rusak, atapnya bocor di banyak tempat hingga membuat penghuni stres karena air selalu masuk,” ujar Hasto usai meninjau lokasi.
Ia menuturkan, keluarga penerima bantuan memang tergolong kurang mampu. Salah satu anak bahkan sempat berhenti sekolah sebelum akhirnya mengikuti program kejar paket.
“Kalau tidak dibantu bersama-sama, sulit sekali. Syukurlah semua pihak ikut terlibat, mulai dari TNI, Polri, sampai masyarakat sekitar,” tambahnya.
Hasto menegaskan bahwa kegiatan bedah rumah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah agar tidak ada warga yang tinggal di tempat yang tidak layak.
“Dikumpulkan sedikit demi sedikit, akhirnya bisa terlaksana. Alhamdulillah menjelang akhir tahun ini banyak yang tergerak membantu. Kami memang kewalahan, tapi itu justru kami syukuri,” ucapnya.
Salah satu penerima bantuan, Arif Iswandono, mengaku sangat bersyukur atas dukungan tersebut. Rumahnya yang berukuran sekitar 6x11 meter akan diperbaiki pada bagian atap dan lantai yang telah rusak parah.
“Yang mau diperbaiki itu atap sama lantai. Pengajuan dari kelurahan, lalu diteruskan ke atas, dan tidak lama bantuan turun, Alhamdulillah,” katanya.
“Perasaannya tentu senang sekali. Kalau harus memperbaiki sendiri jelas tidak sanggup. Tapi dengan bantuan ini, rumah kami akhirnya bisa layak ditempati. Terima kasih,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY membentuk Pansus Perda Kesehatan Jiwa untuk memperkuat edukasi, mencegah pasung dan bunuh diri, serta meningkatkan layanan.
Prediksi PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026, lengkap dengan head to head, susunan pemain, dan peluang kedua tim.
Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan
Produksi perikanan budi daya Gunungkidul mencapai 7.119 ton hingga Juni 2026. Lele mendominasi dengan produksi lebih dari 6.168 ton.