Pemkot Jogja Biayai Relokasi Anak Korban Daycare, Izin Diperketat
Pemkot Jogja membiayai relokasi 88 anak korban daycare Little Aresha sekaligus mempercepat pembenahan izin daycare di Kota Jogja.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo (bertopi) saat meninjau rumah tak layak huni di Prawirodirjan, Gondomanan, pada Minggu (26/10/2025). - Ist/ Dok. Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja kembali melanjutkan program bedah rumah pada Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dua rumah tak layak huni di wilayah Gondomanan dan Gedongtengen menjadi sasaran kegiatan sosial tersebut pada Minggu (26/10/2025) pagi.
Dua penerima bantuan yakni Eny Widiastuty, warga Kampung Prawirodirjan, Kelurahan Prawirodirjan, Kemantren Gondomanan, serta Arif Iswandono, warga Kampung Jlagran, Kelurahan Pringgokusuman, Kemantren Gedongtengen.
Keduanya memperoleh bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang disalurkan oleh BPD DIY dengan nilai masing-masing Rp20 juta. Selain itu, Wali Kota Hasto juga menambahkan bantuan pribadi sebesar Rp2 juta.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa membantu dua keluarga. Kondisi rumah Bu Eni sudah sangat rusak, atapnya bocor di banyak tempat hingga membuat penghuni stres karena air selalu masuk,” ujar Hasto usai meninjau lokasi.
Ia menuturkan, keluarga penerima bantuan memang tergolong kurang mampu. Salah satu anak bahkan sempat berhenti sekolah sebelum akhirnya mengikuti program kejar paket.
“Kalau tidak dibantu bersama-sama, sulit sekali. Syukurlah semua pihak ikut terlibat, mulai dari TNI, Polri, sampai masyarakat sekitar,” tambahnya.
Hasto menegaskan bahwa kegiatan bedah rumah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah agar tidak ada warga yang tinggal di tempat yang tidak layak.
“Dikumpulkan sedikit demi sedikit, akhirnya bisa terlaksana. Alhamdulillah menjelang akhir tahun ini banyak yang tergerak membantu. Kami memang kewalahan, tapi itu justru kami syukuri,” ucapnya.
Salah satu penerima bantuan, Arif Iswandono, mengaku sangat bersyukur atas dukungan tersebut. Rumahnya yang berukuran sekitar 6x11 meter akan diperbaiki pada bagian atap dan lantai yang telah rusak parah.
“Yang mau diperbaiki itu atap sama lantai. Pengajuan dari kelurahan, lalu diteruskan ke atas, dan tidak lama bantuan turun, Alhamdulillah,” katanya.
“Perasaannya tentu senang sekali. Kalau harus memperbaiki sendiri jelas tidak sanggup. Tapi dengan bantuan ini, rumah kami akhirnya bisa layak ditempati. Terima kasih,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja membiayai relokasi 88 anak korban daycare Little Aresha sekaligus mempercepat pembenahan izin daycare di Kota Jogja.
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut secara signifikan. Ketahui penyebab, dampak, dan cara menurunkannya menurut dokter.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.