Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Sejumlah pekerja terlihat melakukan pembangunan untuk lanjutan penataan di kawasan Alun-Alun Wonosari. Selasa (28/10/2025) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul optimistis pembangunan drainanse di kawasan Alun-Alun Wonosari bisa selesai tepat waktu. Hal ini terlihat dari perkembangan pengerjaan yang sudah mencapai 83,6%.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukomon mengatakan, proyek penataan Alun-Alun Wonosari kembali dilanjutkan tahun ini. Pagu anggaran yang disediakan untuk pengerjaan mencapai Rp848 juta.
Adapun pengerjaan terdiri dari pembuatan saluran drainanse untuk menghilangkan genangan air di alun-alun. Selain itu, juga ada pemasangan tiang bendera baru dan memasang pagar pada pohon beringin yang berada di tengah-tengah lapangan.
“Targenya selesai di 9 Desember 2025,” kata Hary, Selasa (28/10/2025).
Ia optimistis pembangunan ini bisa selesai tepat waktu. Malahan ada keyakinan pelaksanaan pembangunan bisa lebih cepat dengan melihat perkembangan pengerjaan hingga saat ini.
Berdasarkan perencanaan yang dibuat rekanan, kata Hary, perkembangan hingga akhir Oktober mencapai 53%. Namun, progresnya di lapangan sudah mencapai 83,67% sehingga lebih cepat dari perencanaan.
“Kegiatan pokok yang mendasar dalam pembangunan sudah dilaksanakan semua. Semoga bisa selesai lebih cepat,” ungkap mantan Sekretaris Dinas Pariwisata ini.
Menurut Hary, penataan di kawasan Alun-Alun Wonosari tidak hanya dilaksanakan di tahun ini. Ia mencontohkan, di 2023 lalu, ada pengerjaan pemerataan lapangan di alun-alun. Pemerataan dilakukan karena ada perbedaan tingkat kemiringan antara sisi barat dengan timur yang mencapai 1,2 meter.
“Makanya dibikin rata karena adanya perbedaan elevasi [tingkat kemiringan] membuat genangan air di lapangan sulit untuk surut. Biar lebih optimal, tahun ini dilakukan pembuatan drainanse untuk pembuangan,” katanya.
Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul, Rian Eko Wibowo mengatakan, memasuki akhir tahun harus akan melakukan pengawasan lebih intens untuk program infrastruktur di Gunungkidul. Hal ini dilakukan agar pekerjaan yang dimiliki tidak terjadi keterlambatan.
“Tentu kami akan mengawasinya. Tapi, eksekutif [pemkab] juga harus mengawasi dengan intens karena bersinggungan langsung dengan rekananan. Tujuannya, agar proyek tidak molor,” katanya.
Di sisi lain, sambung Rian, pada saat sekarang juga sudah memasuki musim hujan. Ia berharap turunnya hujan tidak menjadi kendala atau penghambat pelaksanaan program pembangunan infrastruktur di Bumi Handayani.
“Jangan sampai hujan jadi alasan keterlambatan proyek pembangunan yang dimiliki. Ini harus diantisipasi agar rekanan bisa menyelesaikan pengerjaan sesuai dengan kontrak,” katanya. (David Kurniawan)
Foto
Harian Jogja/David Kurniawan
Sejumlah pekerja terlihat melakukan pembangunan untuk lanjutan penataan di kawasan Alun-Alun Wonosari. Selasa (28/10/2025)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.
BPS mencatat inflasi Indonesia September 2026 sebesar 0,3% secara bulanan dan 3,28% secara tahunan, dengan cabai jadi pemicu utama.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.