Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Sejumlah pekerja terlihat melakukan pembangunan untuk lanjutan penataan di kawasan Alun-Alun Wonosari. Selasa (28/10/2025) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul optimistis pembangunan drainanse di kawasan Alun-Alun Wonosari bisa selesai tepat waktu. Hal ini terlihat dari perkembangan pengerjaan yang sudah mencapai 83,6%.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukomon mengatakan, proyek penataan Alun-Alun Wonosari kembali dilanjutkan tahun ini. Pagu anggaran yang disediakan untuk pengerjaan mencapai Rp848 juta.
Adapun pengerjaan terdiri dari pembuatan saluran drainanse untuk menghilangkan genangan air di alun-alun. Selain itu, juga ada pemasangan tiang bendera baru dan memasang pagar pada pohon beringin yang berada di tengah-tengah lapangan.
“Targenya selesai di 9 Desember 2025,” kata Hary, Selasa (28/10/2025).
Ia optimistis pembangunan ini bisa selesai tepat waktu. Malahan ada keyakinan pelaksanaan pembangunan bisa lebih cepat dengan melihat perkembangan pengerjaan hingga saat ini.
Berdasarkan perencanaan yang dibuat rekanan, kata Hary, perkembangan hingga akhir Oktober mencapai 53%. Namun, progresnya di lapangan sudah mencapai 83,67% sehingga lebih cepat dari perencanaan.
“Kegiatan pokok yang mendasar dalam pembangunan sudah dilaksanakan semua. Semoga bisa selesai lebih cepat,” ungkap mantan Sekretaris Dinas Pariwisata ini.
Menurut Hary, penataan di kawasan Alun-Alun Wonosari tidak hanya dilaksanakan di tahun ini. Ia mencontohkan, di 2023 lalu, ada pengerjaan pemerataan lapangan di alun-alun. Pemerataan dilakukan karena ada perbedaan tingkat kemiringan antara sisi barat dengan timur yang mencapai 1,2 meter.
“Makanya dibikin rata karena adanya perbedaan elevasi [tingkat kemiringan] membuat genangan air di lapangan sulit untuk surut. Biar lebih optimal, tahun ini dilakukan pembuatan drainanse untuk pembuangan,” katanya.
Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul, Rian Eko Wibowo mengatakan, memasuki akhir tahun harus akan melakukan pengawasan lebih intens untuk program infrastruktur di Gunungkidul. Hal ini dilakukan agar pekerjaan yang dimiliki tidak terjadi keterlambatan.
“Tentu kami akan mengawasinya. Tapi, eksekutif [pemkab] juga harus mengawasi dengan intens karena bersinggungan langsung dengan rekananan. Tujuannya, agar proyek tidak molor,” katanya.
Di sisi lain, sambung Rian, pada saat sekarang juga sudah memasuki musim hujan. Ia berharap turunnya hujan tidak menjadi kendala atau penghambat pelaksanaan program pembangunan infrastruktur di Bumi Handayani.
“Jangan sampai hujan jadi alasan keterlambatan proyek pembangunan yang dimiliki. Ini harus diantisipasi agar rekanan bisa menyelesaikan pengerjaan sesuai dengan kontrak,” katanya. (David Kurniawan)
Foto
Harian Jogja/David Kurniawan
Sejumlah pekerja terlihat melakukan pembangunan untuk lanjutan penataan di kawasan Alun-Alun Wonosari. Selasa (28/10/2025)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus
Apple dikabarkan melatih model AI khusus untuk pasar China bersama Alibaba. Langkah ini membuka jalan bagi peluncuran Apple Intelligence di China dan memperkuat
Bareskrim ungkap jaringan judi online Ujangbet dengan transaksi Rp890 miliar. Modus deposit menggunakan pulsa. Polisi peringatkan orang tua awasi penggunaan HP