KAI Daop 6 Jogja Tutup 38 Perlintasan Liar demi Keselamatan
KAI Daop 6 Jogja menutup 38 perlintasan liar di DIY dan Jawa Tengah demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Ilustrasi lari maraton. Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY menilai keberadaan sport tourism di DIY mampu menggerakkan wisatawan. Event tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan lama tinggal atau length of stay (LoS) wisatawan dan uang yang dihabiskan (spending money) wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, Imam Pratanadi menyampaikan sektor pariwisata di wilayah Jogja dan Jawa Tengah terus menunjukkan pergerakan positif berkat maraknya penyelenggaraan event sport tourism. Meski kondisi pariwisata belum sepenuhnya stabil, menurutnya, berbagai event sport tourism mampu menggerakkan roda ekonomi dan menarik wisatawan.
“Alhamdulillah, pariwisata di daerah Semarang dan Jogja dengan adanya event-event sport tourism yang banyak dilakukan, baik oleh hotel-hotel maupun komunitas penyelenggara, terus bergerak," katanya Minggu (2/11/2025).
Dia menambahkan peserta event sport tourism biasanya tidak hanya datang untuk mengikuti event tersebut, namun juga berpotensi mengunjungi berbagai destinasi wisata di Jogja. Dia pun berharap kegiatan tersebut turut mendorong peningkatan lama tinggal wisatawan
“Kami harap mereka bisa memperpanjang masa tinggalnya di Jogja, mungkin satu malam lagi, agar dampak ekonominya semakin terasa bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Imam, tren sport tourism di Jogja masih sangat tinggi. Setiap kegiatan selalu diikuti banyak peserta dari dalam maupun luar daerah. Bahkan pada akhir November mendatang akan digelar Jogja International Heritage Walk, yang turut diikuti wisatawan mancanegara.
“Event seperti ini sejalan dengan tema pariwisata nasional tahun 2026, yakni sport tourism dan wellness tourism. Kami akan terus mendorong penyelenggara untuk meningkatkan semangat dan kualitas event-event serupa,” katanya.
Meski demikian, Imam mengakui lama tinggal wisatawan masih menjadi pekerjaan rumah bagi DIY. Saat ini, wisatawan mancanegara rata-rata tinggal selama 2,08–2,1 hari, sedangkan wisatawan nusantara sekitar 1,8–1,9 hari.
“Target kami [LoS wisatawan] belum tercapai, masih di angka 2,2 hari untuk mancanegara dan 1,96 hari untuk nusantara. Ini masih harus terus ditingkatkan,” katanya.
Adapun rata-rata spending money wisatawan nusantara tahun lalu mencapai sekitar Rp2,2 juta. Sedangkan wisatawan mancanegara sekitar 560 USD. Imam menilai capaian tersebut sudah sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DIY.
“Memang kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor utama mengapa lama tinggal masih rendah. Tapi kami optimistis, dengan perbaikan layanan di destinasi wisata dan kolaborasi antara pemerintah daerah serta pelaku pariwisata, kualitas wisatawan akan meningkat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Jogja menutup 38 perlintasan liar di DIY dan Jawa Tengah demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Long weekend 14–17 Mei 2026 di Jogja dipenuhi agenda wisata, budaya, dan event menarik. Simak rekomendasi lengkapnya di sini.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.