Tol Ruas Trihanggo Junction Sleman Ditarget Tuntas Agustus
Progres Tol Trihanggo–Junction Sleman telah mencapai 87 persen. Ramp On dan Ramp Off ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Aktivitas Gunung Merapi yang terjadi pada Senin (3/11/2025)./Istimewa -- BPPTKG
Harianjogja.com, SLEMAN–Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat sejumlah awan panas guguran (APG) terjadi selama dua hari terakhir. Melihat aktivitas Gunung Merapi saat ini, masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menyampaikan pada Senin (3/11/2025) terjadi dua aktivitas awan panas guguran di Gunung Merapi. Aktivitas awan panas guguran itu teramati terjadi ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.
APG pertama terjadi pukul 00.31 WIB, estimasi jarak luncur 1.500 meter dengan amplitudo maksimal 73 mm dan durasi 146 detik ke arah barat daya. Selanjutnya, enam menit berselang, APG kembali terjadi. Agus menerangkan, pada pukul 00.37 WIB, APG kembali terjadi dengan estimasi jarak luncur 1.200 meter dengan amplitudo maksimal 68 mm dan durasi 106 detik ke arah barat daya.
"Tingkat aktivitas SIAGA atau Level III. Tetap patuhi rekomendasi," kata Agus pada Senin (3/11/2025) pagi.
Selain APG, Agus mengatakan teramati pula aktivitas guguran lava ke arah Kali Krasak.
"Teramati tiga kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter," ujarnya.
Selain itu, masih di hari yang sama, 19 kali guguran lava teramati mengarah ke Barat Daya (Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter pada akhir pekan lalu.
Total Sembilan APG dan Potensi Bahaya Merapi
Sejumlah APG sebenarnya telah dilaporkan sejak sehari sebelumnya. Tercatat pada Minggu (2/11/2025), tujuh kali awan panas guguran ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2.500 meter.
Merujuk sejumlah aktivitas Gunung Merapi yang masih terjadi, Agus menjelaskan bahwa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.
"Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak," jelasnya.
Berdasarkan data pemantauan, Agus menjelaskan bahwa suplai magma masih berlangsung, yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
"Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," tegasnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menambahkan, tujuh awan panas guguran terjadi pada Minggu (2/11/2025).
Rincian APG Minggu (2/11/2025):
"Berdasarkan rangkaian aktivitas Gunung Merapi yang sampai saat ini [Minggu dan Senin] sembilan kali awan panas guguran ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2.500 meter," ungkapnya.
"Teramati 19 kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter," imbuhnya.
Bambang menegaskan bahwa bidang Pusdalops saat ini menerapkan siaga panggilan (stanby on call).
"Rekan-rekan di barak semua siaga via telepon. Masker sudah tersedia di masing-masing padukuhan yang ada di lereng Merapi dan juga di pos-pos pantau," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Trihanggo–Junction Sleman telah mencapai 87 persen. Ramp On dan Ramp Off ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Agnez Mo perkenalkan pencak silat dan karambit di Reacher Season 4 sebagai promosi budaya Indonesia. Bangga! Simak kisah di balik adegan laga.
28 Juli: Hari Hepatitis Sedunia, Hari Cat Air Sedunia, dan Hari Konservasi Alam. Kenali makna dan ajakan di balik setiap peringatan global ini!
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk Lurah Sidomulyo, Hariyadi
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.