Hati-hati! Penipuan Booking Hotel di Jogja Kembali Marak
Penipuan reservasi hotel di Jogja kembali marak lewat nomor palsu di Google Maps. PHRI DIY imbau wisatawan lebih waspada.
Contoh menu Makan Bergizi Gratis, lengkap dengan susu kotak. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) Badan Gizi Nasional (BGN), Letjen TNI (Purn.) Dadang Hendrayudha memastikan kualitas bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jogja tetap terjaga meski dilakukan penyesuaian jumlah dapur produksi atau Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG).
Menurutnya, penataan ulang dilakukan agar distribusi makanan lebih efisien dan higienis, sekaligus mencegah terulangnya kasus keracunan akibat bakteri e-coli yang sebelumnya ditemukan di salah satu SPPG di Kota Jogja.
“Bahan baku kita pastikan berkualitas, karena anggaran yang disiapkan memang cukup untuk itu. Dengan bertambahnya jumlah dapur, kita lakukan pembagian agar produksi lebih seimbang dan kualitas tetap terjaga,” katanya pada Kamis (6/11/2025).
Dia menjelaskan penambahan jumlah dapur MBG di berbagai daerah menyesuaikan kondisi wilayah dan jarak distribusi makanan. Di wilayah padat seperti Kota Jogja dimana satu dapur bisa melayani hingga 3.000 penerima dalam radius sekitar satu kilometer. Namun menurutnya, di daerah lain dengan sebaran penduduk yang lebih luas seperti di luar Pulau Jawa, radius distribusi dapat mencapai 16-30 kilometer.
“Kami ingin makanan bergizi ini tetap sampai ke anak-anak dalam kondisi baik. Jangan sampai karena jarak pengantaran terlalu jauh, makanan jadi tidak layak konsumsi. Itu sebabnya peta geospasial jadi penting, untuk memastikan waktu pengantaran tidak melebihi batas aman,” katanya.
BGN telah memiliki pedoman pembatasan jumlah dapur berdasarkan wilayah agar kualitas produksi dan pengawasan lebih mudah dilakukan.
“Misalnya satu kecamatan penerimanya sekian ribu, cukup tiga dapur saja. Kalau pun lebih, harus ada pertimbangan khusus, seperti kepadatan wilayah atau jarak antar penerima yang terlalu jauh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penipuan reservasi hotel di Jogja kembali marak lewat nomor palsu di Google Maps. PHRI DIY imbau wisatawan lebih waspada.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.