Penataan Bantaran Sungai Kota Jogja Ditarget Tuntas 2029
Penataan bantaran sungai di Kota Jogja ditargetkan tuntas bertahap hingga 2029. Progres sejumlah lokasi kini telah mencapai 50%.
Contoh menu Makan Bergizi Gratis, lengkap dengan susu kotak. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) Badan Gizi Nasional (BGN), Letjen TNI (Purn.) Dadang Hendrayudha memastikan kualitas bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jogja tetap terjaga meski dilakukan penyesuaian jumlah dapur produksi atau Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG).
Menurutnya, penataan ulang dilakukan agar distribusi makanan lebih efisien dan higienis, sekaligus mencegah terulangnya kasus keracunan akibat bakteri e-coli yang sebelumnya ditemukan di salah satu SPPG di Kota Jogja.
“Bahan baku kita pastikan berkualitas, karena anggaran yang disiapkan memang cukup untuk itu. Dengan bertambahnya jumlah dapur, kita lakukan pembagian agar produksi lebih seimbang dan kualitas tetap terjaga,” katanya pada Kamis (6/11/2025).
Dia menjelaskan penambahan jumlah dapur MBG di berbagai daerah menyesuaikan kondisi wilayah dan jarak distribusi makanan. Di wilayah padat seperti Kota Jogja dimana satu dapur bisa melayani hingga 3.000 penerima dalam radius sekitar satu kilometer. Namun menurutnya, di daerah lain dengan sebaran penduduk yang lebih luas seperti di luar Pulau Jawa, radius distribusi dapat mencapai 16-30 kilometer.
“Kami ingin makanan bergizi ini tetap sampai ke anak-anak dalam kondisi baik. Jangan sampai karena jarak pengantaran terlalu jauh, makanan jadi tidak layak konsumsi. Itu sebabnya peta geospasial jadi penting, untuk memastikan waktu pengantaran tidak melebihi batas aman,” katanya.
BGN telah memiliki pedoman pembatasan jumlah dapur berdasarkan wilayah agar kualitas produksi dan pengawasan lebih mudah dilakukan.
“Misalnya satu kecamatan penerimanya sekian ribu, cukup tiga dapur saja. Kalau pun lebih, harus ada pertimbangan khusus, seperti kepadatan wilayah atau jarak antar penerima yang terlalu jauh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan bantaran sungai di Kota Jogja ditargetkan tuntas bertahap hingga 2029. Progres sejumlah lokasi kini telah mencapai 50%.
Bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, menewaskan satu orang. Polisi mengungkap keributan diduga dipicu cekcok di warung sarapan.
Lima armada Kopi Roro dari Danais DIY memperluas pemasaran kopi Menoreh Kulonprogo hingga pasar nasional dan global.
Koalisi Persma se-DIY dan AJI Yogyakarta mendesak Presiden Prabowo meminta maaf atas pernyataan "Londo Ireng" yang dinilai menstigma jurnalis.
Tribun VIP GOR Satria Purwokerto ambruk saat Drift Speed Fest. Sebanyak 75 penonton luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit.
Gempa M 5,3 mengguncang Kupang pada Minggu malam. BMKG menyatakan gempa dipicu aktivitas subduksi dan tidak berpotensi tsunami.