Bank Sampah Wirobrajan Punya 90 Anggota, Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Warga Wirobrajan didorong mengolah sampah plastik menjadi kerajinan bernilai ekonomi. Bank Sampah Wira Peni kini memiliki 90 anggota.
Foto ilustrasi Depo Sampah Mandala Krida ditutup, Minggu (21/4/2024) - Harian Jogja/dok Harian J ogja
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Semaki mengintensifkan gerakan pemilahan sampah rumah tangga untuk menekan volume sampah yang dikirim ke Depo Mandala Krida dan membangun kebiasaan kelola sampah dari sumber.
Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
Lurah Semaki, Markhistun Nadhihroh, menuturkan banyak sampah yang menumpuk di Depo Mandala Krida merupakan sampah seperti plastik, tisu, puntung rokok, pembalut, dan popok yang sulit terurai serta tidak bisa didaur ulang. Karena itu, pemilahan sampah dari sumbernya menjadi kunci untuk menekan beban depo.
“Masyarakat dan transporter bisa lebih aktif membedakan antara sampah organik dan residu. Sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan bisa diolah menjadi kompos, sementara sampah residu dikirim ke depo dalam jumlah yang lebih sedikit. Dengan cara ini, pengelolaan sampah menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan,” jelasnya, Selasa (11/11/2025).
Markhistun menegaskan pentingnya kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat. Pengelolaan sampah bukan hanya urusan petugas, tetapi tanggung jawab bersama agar lingkungan tetap bersih dan sehat. Ia berharap upaya tersebut dapat menjadikan Semaki sebagai wilayah percontohan pengelolaan sampah terpadu di Jogja.
Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan kebersihan lingkungan, Pemerintah Kelurahan Semaki juga menyalurkan hibah gerobak sampah kepada sepuluh ketua RW di wilayah tersebut. Fasilitas ini diharapkan memperlancar kegiatan pengumpulan dan pengangkutan sampah di tiap RW.
Pihaknya mengajak seluruh pengurus RW untuk memanfaatkan gerobak tersebut secara optimal dalam mendukung sistem kebersihan berbasis komunitas.
Ia menilai kehadiran gerobak ini bukan sekadar bantuan alat, tetapi juga simbol semangat gotong royong antarwarga untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Semangat kebersamaan, katanya, menjadi fondasi utama agar pengelolaan sampah di Semaki berjalan berkelanjutan.
Dengan penerapan pemilahan sampah sejak dari sumber dan dukungan sarana pengangkutan yang memadai, Kelurahan Semaki menargetkan pengurangan signifikan volume sampah yang masuk ke depo. Pihaknya optimistis langkah-langkah tersebut dapat membentuk budaya baru dalam pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Wirobrajan didorong mengolah sampah plastik menjadi kerajinan bernilai ekonomi. Bank Sampah Wira Peni kini memiliki 90 anggota.
Pilur Gunungkidul dimulai. Dua lurah kembali menghadapi istri sebagai calon karena tidak ada bakal calon lain yang mendaftar.
Simak ramalan 12 zodiak hari ini hingga 27 September 2026, dari Aries, Taurus, Gemini, hingga Pisces.
PTSL Temanggung 2026 mencapai 94 persen. Sebanyak 10.339 bidang tanah selesai, sementara 659 bidang masih dalam proses penyelesaian.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Polresta Solo mengamankan 35 motor berknalpot brong dalam razia balap liar. Motor wajib diganti knalpot standar sebelum diambil.