Cabai Rawit Jadi Primadona Hortikultura Sleman pada Semester I 2026
Cabai rawit mendominasi luas tanam hortikultura di Sleman pada semester I 2026 dengan harga petani mencapai Rp56.059,01 per kilogram.
Foto ilustrasi warga miskin di Indonesia dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT.
Harianjogja.com, SLEMAN— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus mengalokasikan anggaran untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan melalui berbagai program intervensi yang tepat sasaran.
Hingga kini, umlah kepala keluarga (KK) miskin di Kabupaten Sleman terus menurun. Pada 2024, jumlahnya tercatat sebanyak 29.308 KK dan berkurang menjadi 28.678 KK pada semester I 2025.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengatakan ketepatan sasaran menjadi kunci agar program penanggulangan kemiskinan benar-benar menyentuh akar persoalan. Menurutnya, perbaikan profil KK miskin penting dilakukan agar perencanaan dan pelaksanaan program semakin efektif.
“Mulai dari pendampingan KK miskin, penetapan prioritas kegiatan, hingga monitoring dan evaluasi harus dilakukan secara sinergis. Semua harus tepat, tidak boleh ada perhitungan yang meleset,” ujar Danang dalam keterangan tertulis, Selasa (11/11/2025).
Ia menegaskan bahwa sinergi antaranggota Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) di tingkat padukuhan, kalurahan, dan kapanewon sangat diperlukan. Koordinasi yang solid antara perangkat daerah diharapkan mampu mempercepat pencapaian target penurunan kemiskinan di Sleman.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Sleman, Sarastomo Ari Saptoto, mengungkapkan terdapat perbedaan angka penurunan KK miskin antara data Dinsos dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurut Dinsos, jumlah KK miskin di Sleman pada 2024 turun 0,33 poin, sementara BPS mencatat penurunan 0,06 poin. Berdasarkan hasil survei BPS per Maret 2025, tingkat kemiskinan Sleman sebesar 7,46% turun menjadi 6,71%.
“Kalau BPS hanya melihat angka kemiskinan secara umum, sementara kami memiliki data BNBA (by name by address) yang lebih detail,” kata Ari.
Untuk 2026, Ari menambahkan, Pemkab Sleman akan mengikuti arahan Gubernur DIY dalam strategi penanggulangan kemiskinan. Pola bantuan langsung, baik dalam bentuk uang maupun barang, akan dikurangi. Sebagai gantinya, pemerintah akan memperkuat program pemberdayaan keluarga miskin agar mereka lebih mandiri secara ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cabai rawit mendominasi luas tanam hortikultura di Sleman pada semester I 2026 dengan harga petani mencapai Rp56.059,01 per kilogram.
Sensus Ekonomi 2026 di DIY telah mencapai 69%. BPS DIY memastikan data pelaku usaha aman dan tidak berkaitan dengan perpajakan.
Komisi Yudisial menerima 1.402 laporan perilaku hakim pada Semester I 2026, meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Produksi ikan nila di Sleman mencapai 15.370 ton pada semester I 2026. Budi daya nila di Kapanewon Minggir dilaporkan masih aman.
residen Prabowo Subianto memimpin akad massal KPR 62.000 rumah subsidi di Batang. Program ini melibatkan penerima rumah subsidi dari berbagai daerah melalui ske
VinFast membuka dealer motor listrik pertama di DIY dan menawarkan pilihan pembelian maupun sewa baterai bagi konsumen.