Perlinsos Jadi Basis Bansos 2027, Penerima Bantuan di Kulonprogo Wajib Daftar
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Kekeringan - Ilustrasi StockCake
Harianjogja.com, KULONPROGO—Musim penghujan mulai meredakan kekeringan di Kulonprogo. BPBD mencatat, dropping air terakhir dilakukan pada 31 Oktober dan kini sumber air warga mulai pulih.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Budi Prastawa, mengatakan hujan yang turun menyebabkan mata air atau sumur warga mulai memiliki sumber air. Kondisi ini membuat dampak kekeringan mulai mereda bahkan hilang.
"Terakhir kami melakukan dropping air pada 31 Oktober lalu, sudah hampir dua pekan berlalu," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (13/11/2025).
Budi menjelaskan, kekeringan di Kulonprogo terjadi karena faktor musim kemarau yang menyebabkan air tanah menghilang. Ia menyampaikan, dua titik terakhir yang mendapat bantuan air adalah Padukuhan Sumbersari, Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, dan Padukuhan Junut, Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh.
Meskipun intensitas hujan di Kulonprogo sejauh ini belum setiap hari, curah hujan yang ada sudah cukup untuk mengisi air tanah di daerah rawan kekeringan.
"Daerah kekeringan di Kulonprogo seringnya berada di kawasan Menoreh, seperti Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, dan beberapa bagian di Nanggulan serta Pengasih," ucapnya.
Menurut Budi, kekeringan yang terjadi kali ini terbilang tidak terlalu parah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari jumlah tangki air yang digunakan untuk dropping air yang jumlahnya tidak banyak.
Bahkan, dari 100 unit tangki air yang disediakan oleh BPBD Kulonprogo, masih banyak yang tersisa dan belum terpakai. "Jadi, bantuan tangki air dari Baznas atau Dinsos DIY masih utuh," ungkapnya.
"Selama masa kekeringan kali ini, sudah 16 tangki air yang disalurkan, dan itu hanya milik BPBD saja," lanjut Budi. Ia menyampaikan, 16 tangki tersebut disalurkan sejak September 2025 lalu, baik untuk sekolah hingga tempat ibadah.
Budi mengaku jumlah tersebut adalah yang paling sedikit dibandingkan musim kemarau sebelumnya. "Pada tahun lalu, kekeringan berdampak pada sekitar seribu jiwa. Kalau sekarang, yang terdampak kekeringan tidak sampai 500 jiwa," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Kemkomdigi membuka kanal pengaduan kuota internet melalui 159 dan meminta operator memenuhi perlindungan sisa kuota sesuai putusan MK.
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut baru 25 persen sekolah mengajarkan coding dan AI, mulai kelas 5 SD hingga SLTA.