PSIM Sambut Piala Liga, Van Gastel Soroti Jadwal Padat
PSIM Jogja menyambut Piala Liga 2026/2027. Jean-Paul Van Gastel menilai ajang itu positif, tetapi mengingatkan jadwal musim akan semakin padat.
Monitoring penimbangan bank sampah di Kelurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron, beberapa waktu lalu. Ist/ Dok. Kemantren Mantrijeron
Harianjogja.com, JOGJA—Kemantren Mantrijeron, Kota Jogja mencapai penurunan sampah harian hingga 3 ton setelah sosialisasi program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) dilakukan dari rumah ke rumah.
Program yang diinisiasi Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, itu mulai menunjukkan hasil dengan penurunan signifikan volume sampah harian di wilayah tersebut.
Mantri Pamong Praja Kemantren Mantrijeron, Narotama, mengungkapkan sejak kampanye pemilahan sampah dilakukan secara door-to-door, wilayahnya mencatat pengurangan sampah sekitar 3 ton per hari. Sebelumnya, sampah dari wilayah itu mencapai 10 ton per hari, kini turun rata-rata menjadi 7 ton.
“Alhamdulillah, dengan adanya program Mas Jos, volume sampah bisa berkurang 3 ton per hari. Tadinya kita tiap hari, per hari. Tadinya 10 ton, tiap hari kita rata-rata 7 ton dari data terakhir bulan Oktober,” jelas Narotama, Jumat (14/11/2025).
Sosialisasi Mas Jos dilakukan dengan menyasar rumah warga setiap Jumat. Dalam kegiatan itu, petugas juga membagikan ember sebagai sarana pemilahan sampah organik dan anorganik. Cara ini diharapkan mendorong warga lebih konsisten memilah sampah sejak dari rumah.
Menurut Narotama, tantangan masih ditemukan pada sebagian warga yang belum menggunakan jasa penggerobak dan memilih langsung membuang sampah ke depo. Kondisi ini membuat proses pemilahan tidak berjalan optimal. Ia menegaskan bahwa edukasi terus dilakukan agar warga memahami pentingnya memilah sampah sebelum dibawa ke titik pengumpulan.
Ia menambahkan bahwa pihaknya dan pemangku kepentingan terkait menyasar sekitar 400 rumah setiap kali keliling sosialisasi. Targetnya, seluruh rumah di Kemantren Mantrijeron sudah tersentuh kampanye Mas Jos sebelum akhir 2025 sehingga kesadaran pemilahan dapat terbentuk merata.
Narotama juga menegaskan bahwa target utama program ini adalah agar setiap rumah tangga melakukan pemilahan sampah secara mandiri. Perubahan perilaku menjadi tantangan terbesar, sebab sebagian warga masih mencampur sampah saat membuangnya ke depo.
Dengan intensitas sosialisasi yang terus ditingkatkan, Mantrijeron menargetkan penurunan volume sampah lebih jauh. Hingga akhir tahun, wilayah ini berharap mampu menekan produksi sampah hingga 5 ton per hari atau sekitar 50 persen dari kondisi awal.
Ia menyebutkan bahwa berbagai fasilitas pendukung, termasuk ember pemilahan yang didistribusikan melalui program Wali Kota, diharapkan dapat mempercepat tercapainya target tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja menyambut Piala Liga 2026/2027. Jean-Paul Van Gastel menilai ajang itu positif, tetapi mengingatkan jadwal musim akan semakin padat.
Aldila Sutjiadi lolos ke perempat final WTA 500 DC Open 2026 bersama Erin Routliffe. Kalahkan Kenin/Potapova 2-0, siap hadapi wakil tuan rumah.
Paolo Maldini dan Leonardo mundur dari FIGC 16 hari setelah ditunjuk, akibat gagal menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih timnas Italia.
Harga emas Antam di Pegadaian naik Rp10.000 per gram pada Selasa 28 Juli 2026. Emas 1 gram kini dijual Rp2.727.000 dengan buyback Rp2.426.000.
Thom Haye tampil gemilang dengan tiga assist saat Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja 5-1 pada laga perdana Piala AFF 2026. Ia kini memimpin daftar top assist
China perketat ekspor teknologi AI dan semikonduktor, ikuti langkah AS. Kebijakan ini berpotensi mempengaruhi rantai pasok dan harga gadget di Indonesia