Bayi Evakuasi di Sleman Alami Jaundice Kelainan Jantung dan Hernia
Tiga bayi hasil evakuasi di Pakem, Sleman, jalani perawatan intensif di RSUD Sleman akibat kelainan jantung, hernia, dan jaundice. Simak penjelasan medis lengka
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Mobilitas masyarakat akan meningkat menjelang dan selama libur panjang Natal dan Tahun Baru. Jalanan akan lebih padat oleh kendaraan daripada hari-hari biasa. Situasi ini meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas. Guna menurunkan potensi kecelakaan, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman akan memperbaiki jalan dan menerjunkan tim pemantau.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma`ruf, mengatakan survei dan pemetaan ruas-ruas jalan utama akan dilakukan pada awal Desember 2025. Hasilnya akan digunakan sebagai data perbaikan.
DPUPKP tidak sendiri, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polresta akan terlibat lantaran kedua instansi ini bertanggung jawab atas segala hal terkait operasional jalur lalu lintas.
“Kami akan survei ke ruas-ruas jalan utama dulu, tentu jalan kabupaten yang menjadi kewenangan kami. Kami prioritaskan ruas dengan lalu lintas kendaraan tinggi dan kerusakan yang berat,” kata Fauzan, Sabtu (15/11/2025).
DPUPKP Sleman juga akan mendata kerusakan jalur wisata. Pendataan tidak akan berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Apabila melihat jumlah kunjungan, ruas-ruas jalan menuju Kawasan Wisata Kaliurang, Candi Prambanan, dan Ibarbo Park akan ditangani lebih dulu.
Adapun ruas jalan perkotaan yang berada di dalam Ring Road juga akan disurvei. Ruas jalan ini diperkirakan akan padat kendaraan lantaran menjadi jalur menuju sejumlah destinasi wisata di Kota Jogja.
Sumber anggaran yang DPUPKP gunakan berasal dari APBD Sleman. Instansi teknis ini telah memiliki anggaran pemeliharaan rutin. Penggunaannya pun tidak serta-merta dihabiskan di awal tahun.
Meski DPUPKP menerjunkan tim pemantau, Fauzan juga meminta kepada masyarakat agar jika ada kerusakan jalan kabupaten yang mendesak untuk diperbaiki dapat melapor ke lapor.slemankab.go.id.
“Tim kami siagakan secara on call. Kami gunakan sistem shift. Kalau ada kedaruratan bisa kami tangani,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Heri Kuntadi, mengatakan pihaknya sedang mengagendakan pembahasan dan koordinasi khusus untuk membahas persiapan libur Nataru.
“Namun demikian kami sudah mulai persiapan dengan melaksanakan survei-survei jalur alternatif dan pemetaan kebutuhan rambu; terkait koordinasi lanjutan nanti biasanya akan ada koordinasi dari provinsi dan kepolisian,” kata Heri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga bayi hasil evakuasi di Pakem, Sleman, jalani perawatan intensif di RSUD Sleman akibat kelainan jantung, hernia, dan jaundice. Simak penjelasan medis lengka
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.