Dana Revitalisasi 41 Sekolah di Bantul Belum Cair, Ini Kata Disdikpora
Sebanyak 41 sekolah di Bantul belum menerima pencairan dana revitalisasi 2026. Disdikpora masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.
Pedagang kuliner tengah menunggu pembeli di kompleks alun-alum Paseban Bantul, Senin (17/11/2025). DKUKMPP setempat mencatat ada sebanyak 96.420 pelaku UMKM di wilayah ini dengan rata-rata omzet Rp446.107 per bulan. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) mencatat jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Bantul kini menembus 96.420 unit, dengan dominasi sektor makanan dan kerajinan yang terus berkembang sebagai penggerak ekonomi lokal.
Kepala Bidang Usaha Mikro DKUKMPP Bantul, Dendi Sulistyo Wibowo menyampaikan, jumlah tersebut merupakan UMKM yang sudah terdaftar secara resmi dalam pendataan pemerintah daerah. “Dari total UMKM yang tercatat, sektor terbesar masih didominasi industri makanan serta kerajinan,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Menurutnya, rata-rata omzet per bulan dari pelaku UMKM di Bantul cukup bervariasi. Namun rata-rata berada pada kisaran Rp446.107. Angka ini, kata dia, menunjukkan bahwa pendapatan pelaku usaha mikro masih beragam dan sangat dipengaruhi oleh kualitas produk, kekuatan branding, serta kemampuan adaptasi terhadap pasar digital.
"Ada berbagai faktor yang ikut mempengaruhi tingkat omzet UMKM. Selain aspek kualitas produk, beberapa strategi dari pelaku usaha juga sangat berpengaruh dalam memperkuat daya saing," katanya.
Misalnya persepsi merek, pemasaran digital, penawaran kepada konsumen, atau peningkatan layanan kepada pembeli. Hal itu, kata dia, bisa menjadi kunci bagi UMKM Bantul untuk mampu beradaptasi di tengah kompetisi pasar yang semakin ketat dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang makin kompleks.
"Untuk beberapa hal seperti penguatan merek dan digitalisasi layanan, kami juga rutin menggelar pelatihan agar pelaku UMKM bisa naik kelas dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi," ujarnya.
Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha menyebut, pihaknya terus mendorong pelaku UMKM untuk mengadopsi transformasi digital dan meningkatkan kapasitas usaha. Berbagai program pendampingan, pelatihan, hingga fasilitasi pemasaran terus dilakukan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia UMKM.
"Dengan jumlah UMKM yang hampir mencapai 100.000, ini tentu potensi yang sangat besar, dan jika aspek keberlanjutan dan konsistensi dari UMKM ini terjaga, geliat ekonomi terutama pada sektor pengolahan makanan dan kerajinan bisa menjadi salah satu tumpuan pertumbuhan daerah," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 41 sekolah di Bantul belum menerima pencairan dana revitalisasi 2026. Disdikpora masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.
Investasi Sleman mencapai Rp3,53 triliun pada Januari-September 2026. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang Rp1,58 triliun.
Kapolri Suyudi Ario Seto mengapresiasi kebijakan Bobby Nasution yang melarang ASN di Sumut menggunakan vape untuk mencegah penyalahgunaan narkotika.
DPRD DIY menyiapkan anggaran DED renovasi Stadion Mandala Krida dalam pembahasan APBD 2027. Nilainya menunggu perhitungan teknis.
Kapolri mengungkap kronologi penindakan 1,16 ton ketamin dari kapal MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.
Presiden Prabowo Subianto berjanji meningkatkan aliran dana ke kabupaten dan provinsi pada 2027 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.