Tenggat PBB-P2 Kian Dekat, Target di Lima Kalurahan Masih Rendah
Lima kalurahan di Kulonprogo masih mencatat realisasi PBB-P2 di bawah 50 persen. BKAD menggencarkan sosialisasi dan pembayaran digital hingga 30 September 2026.
Herlambang (tengah) warga Sindutan, Kulonprogo yang berhasil melarikan diri dari Kamboja sebagai korban scam saat berada di Kantor Pemkab Kulonprogo. /Istimewa.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Herlambang, pemuda 23 tahun asal Sindutan, mengaku disiksa jaringan scam di Kamboja setelah dijanjikan kerja di Taiwan. Ia akhirnya kabur lewat akses gedung baru menuju danau dan diselamatkan KBRI.
Herlambang berhasil kabur seusai adanya peralihan lokasi kerjanya. Ia menceritakan awalnya sangat sulit untuk melarikan diri dari dekapan jaringan scam Kamboja tersebut. "Kesempatan melarikan diri baru muncul ketika dipindahkan ke gedung baru yang memiliki akses menuju danau hingga akhirnya bisa menuju KBRI dan dipulangkan ke Indonesia," katanya kepada wartawan, Senin (17/11/2025).
"Sebelumnya penjagaan ketat dan CCTV di mana-mana membuat kami takut sehingga tidak ada ruang untuk kabur," ujar Herlambang.
Dia menjelaskan, keberangkatannya bermula mendapat tawaran kerja dari sebuah LPK di Surabaya. Menurutnya, kala itu dimintai biaya Rp25 juta untuk bisa bekerja di Taiwan. Prosesnya tidak lama kurang dari sepekan sudah dibelikan tiket. Berangkat dari Bandara Soekarno Hatta lalu transit enam jam di Malaysia.
"Sebelum akhirnya dikirim ke kamboja. Saya berangkat akhir Agustus awal September sudah sampai Kamboja," ucapnya.
"Di Kamboja kami mendapat perlakuan tidak manusiawi dan hukuman fisik kalau salah, dipukul dan disetrum mulai dari dua hingga sepuluh kali," ujarnya.
Ia berpesan jangan sampai tergiur biaya murah untuk menjadi PMI. Menurutnya harus mencari agen yang jelas dan terdaftar.
Lurah Sindutan, Sumarwanto membeberkan, Herlambang mengabarkan kepada pamong kalurahan terkait kondisinya. Atas dasar itu langsung melakukan berbagai upaya agar dapat memulangkan warganya tersebut. "Waktunya sangat mepet langsung koordinasi yang dialami Herlambang tidak sesuai janji kesepakatan diawal," ungkapnya.
Herlambang merasa masih ada rasa takut ketika melarikan diri. Pasalnya, banyak yang memantau dan dari perusahaan pasti sangat tidak senang dengan aksinya melarikan diri.
Sumarwanto mengaku, pemulangan Herlambang menggunakan APBKalurahan. Namun karena waktunya yang mepet akhirnya dananya harus ditalangi dahulu karena membutuhkan waktu prosese pencairan. Ia menbimbau kepada warganya tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan dengan proses cepat. Menurutnya, ini menjadi pelajaran berharga bagi warganya agar lebih berhati-hati.
"Kami talangi dulu agar Herlambang bisa kembali pulang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima kalurahan di Kulonprogo masih mencatat realisasi PBB-P2 di bawah 50 persen. BKAD menggencarkan sosialisasi dan pembayaran digital hingga 30 September 2026.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.