Peminat Magang Nasional Membeludak, 300.000 Berebut 50.000 Kuota
Pendaftar Magang Nasional 2026 Tahap 1 mencapai 300 ribu orang untuk memperebutkan 50 ribu posisi magang yang disediakan pemerintah.
Para abdi dalem berlatih memadamkan api menggunakan selang bertekanan dalam simulasi Pelatihan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) di kompleks Keraton Yogyakarta, Senin (17/11/2025). Antara/Luqman Hakim
Harianjogja.com, JOGJA—Puluhan abdi dalem Keraton Jogja mengikuti pelatihan penanggulangan kebakaran yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Jogja (DIY), Senin, untuk meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan keraton.
Pelatihan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) di lingkungan Keraton Jogja itu dimulai sekitar pukul 10.30 WIB, meliputi praktik penggunaan alat pemadam api ringan, teknik pemadaman awal, serta simulasi penanganan kebakaran.
"Keraton Jogja ini merupakan cagar budaya hidup, aset yang sangat mahal dan berarti bagi kita semua termasuk merupakan warisan dunia yang tak ternilai," ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata seusai simulasi.
Kegiatan tersebut, kata dia, untuk memperkuat perlindungan Keraton Jogja sebagai situs budaya yang juga rentan terhadap ancaman kebakaran.
"Karena itu kami berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan abdi dalem memiliki kesiapsiagaan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata dia.
BPBD DIY melibatkan sebanyak 80 abdi dalem dalam pelatihan tersebut, dengan
menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jogja serta Universitas Ahmad Dahlan (UAD). "Kewaspadaan dan pencegahan adalah nilai utama yang harus menjadi bagian dari abdi dalem," kata dia.
Ruruh menambahkan bahwa DIY memiliki potensi bencana lain seperti gempa bumi, banjir, longsor, hingga erupsi gunung api, sehingga kemungkinan pelatihan lanjutan bagi para abdi dalem akan mempertimbangkan karakter ancaman tersebut sesuai kebutuhan keraton.
Untuk mengantisipasi berbagai ancaman itu, menurut dia, BPBD DIY telah menyiapkan sejumlah program peningkatan kapasitas. "Kami mengambil peran mengantisipasi hal tersebut dengan berbagai program yang kita kemas di BPBD," ujar dia.
Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Sri Danardana, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu menilai pelatihan MKKG itu penting mengingat keterbatasan akses kendaraan pemadam ke area dalam keraton apabila terjadi kebakaran.
"Di dalam Keraton itu akses agak susah. Kalau 'amit-amit' ada kejadian di dalam cepuri (bagian dalam keraton), itu kan kendaraan pemadam juga tidak bisa masuk," ujar putri keempat Raja Keraton Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono X itu.
Ia menyadari kesiapansiagaan para abdi dalem amat penting karena sebagian besar mereka telah berusia lanjut dan berada di lingkungan keraton setiap hari.
"Biasanya yang ada di luaran sini, di daerah sini itu kan abdi dalem banyak juga yang sudah sepuh, jadi benar-benar latihan ini memang diperlukan," kata GKR Hayu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pendaftar Magang Nasional 2026 Tahap 1 mencapai 300 ribu orang untuk memperebutkan 50 ribu posisi magang yang disediakan pemerintah.
Tiket konser perdana YE di Jakarta mulai dijual 29 Juli 2026 pukul 10.00 WIB. Harga tiket mulai Rp1,875 juta melalui kanal resmi.
Polresta Jogja menahan tiga dari lima tersangka baru kasus dugaan kekerasan di Little Aresha Daycare. Satu tersangka tidak ditahan karena memiliki bayi.
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, melukai lebih dari 50 orang. Gempa susulan M6,1 menyusul, sementara peringatan tsunami sempat dikeluarkan.
Rumah di Karanganyar terbakar diduga akibat anak berusia delapan tahun bermain korek api. Damkar Sragen membantu pemadaman selama sekitar 30 menit.
GoPay mengalami gangguan pada Selasa siang. Pengguna Gojek kesulitan top up dan bertransaksi, sementara saldo dan data dipastikan tetap aman.