Omzet Pasar Tradisional Bantul Turun 17 Persen, Ini Sebabnya
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Foto udara pembangunan Jembatan Pandansimo di Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (25/6/2025). Jembatan Pandansimo sebagai penghubung Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) antara Kabupaten Kulonprogo dan Bantul sepanjang 1,9 kilometer tersebut rencananya akan diresmikan pada Juli mendatang. Antara/Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut belum menerima usulan resmi soal rencana penggantian nama Jembatan Pandansimo menjadi Jembatan Banaran, dan menegaskan bahwa penamaan jembatan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
“Itu kan jembatan yang melintasi dua kabupaten. Kalau diukur, ada yang masuk Bantul dan ada yang masuk Kulonprogo. Pemerintah pusat sejak awal di dalam praktik konstruksinya sudah menamainya Jembatan Pandansimo,” jelasnya.
Halim menegaskan bahwa otoritas penamaan berada pada pihak yang memiliki proyek, yakni pemerintah pusat. Ia menyebutkan, para pejabat kementerian, termasuk Menteri Pekerjaan Umum kala itu, serta para direktur terkait, semuanya telah merujuk jembatan tersebut dengan nama Jembatan Pandansimo.
“Yang kasih nama itu yang punya proyek, dari pusat. Pak Menteri saat berkunjung juga menyebutnya Pandansimo, para direktur juga menyebutnya Pandansimo, begitu juga media,” tambah Halim.
Terkait asal-usul penamaan, Halim menjelaskan bahwa nama Jembatan Pandansimo merujuk pada Kampung Pandansimo yang berada di Desa Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul.
“Pandansimo itu kan nama kampung, masuknya Desa Poncosari, jadi mungkin karena sungai di bawah jembatannya bermuara ke Pantai Pandansimo sehingga dinamai seperti itu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Manunggal Cup 2026 diikuti 36 tim Karang Taruna Kulonprogo dan diharapkan melahirkan bibit atlet voli menuju Porda DIY 2027.
Prakiraan cuaca DIY Kamis 24 September 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 34°C, sementara kelembapan hingga 95%.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, tanggal, jam pelayanan pagi dan malam, serta syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini 23 September 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal SIMMADE, SIMENOR, Satpas dan syarat perpanjangan.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIMMADE, SIMPITU hingga layanan malam. Cek lokasi dan syaratnya.