6 Anak di Sleman Terpapar Radikalisme, Kesbangpol Lakukan Asesmen
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
Peternakan ayam broiler. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Indonesia membutuhkan lompatan besar di sektor unggas, dan dana Rp20 triliun dari pemerintah harus diarahkan untuk mempercepat transformasi produksi dari hulu hingga hilir.
Hal ini terungkap dalam Sarasehan Peternakan Unggas di Auditorium drh. R. Soepardjo, Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (22/11/2025). Sarasehan bertujuan mengidentifikasi peluang penguatan sekaligus tantangan struktural yang masih menghambat peningkatan produksi. Acara ini mempertemukan akademisi, pelaku industri, pemerintah, organisasi profesi, dan peternak.
Dengan tema Transformasi Peternakan Unggas Nasional: Optimalisasi Dana 20 Triliun Menuju Kemandirian Pangan, forum ini penting untuk menelaah kembali arah produksi unggas dan telur nasional dalam jangka panjang.
Dekan Fapet UGM, Profesor Budi Guntoro, menyampaikan bahwa rencana penggelontoran anggaran Rp20 triliun oleh Pemerintah Pusat harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat rantai pasok, dan mempersiapkan sektor unggas menghadapi lonjakan kebutuhan protein hewani masyarakat.
Ia menambahkan Indonesia membutuhkan peta jalan produksi unggas dan telur yang lebih terintegrasi, dari pembibitan, pakan, kesehatan hewan, hingga distribusi.
“Kami juga berharap ada rekomendasi yang membangun untuk kebijakan, investasi, dan penguatan kelembagaan peternak. Selain tentu saja untuk mendorong kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, dan peternak,” kata Guntoro, Sabtu (22/11/2025).
Arah Kebijakan Nasional
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Agung Suganda, memaparkan bahwa pemanfaatan anggaran Rp20 triliun tidak hanya berfokus pada integrasi industri, tetapi terutama pada peningkatan kapasitas produksi unggas dan telur secara berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan agar produksi ayam pedaging dan petelur tetap stabil serta harga di tingkat konsumen maupun peternak tetap terjaga.
Penguatan sistem kesehatan hewan dan pembangunan ekosistem produksi unggas terpadu antardaerah juga penting mendapat sorotan karena hal ini bisa mengurangi ketergantungan pasokan dari Jawa.
Selain peluang peningkatan produksi, forum ini juga menyoroti risiko seperti kesenjangan akses sarana produksi pertanian, lemahnya posisi tawar peternak kecil, serta kebutuhan penguatan kelembagaan peternak agar mampu berpartisipasi dalam transformasi industri unggas skala besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
Dies Natalis ke-42 ISI Jogja ditutup pesta rakyat dua hari dengan jathilan, ketoprak, karawitan, hingga heavy metal.
Iran menuding elemen pemerintah AS dan aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global di tengah konflik.
DPRD DIY menyoroti perubahan data desil yang menjadi basis sejumlah kebijakan, termasuk bantuan sosial dan kepesertaan BPJS.
Pemkot Jogja mendorong koperasi mengembangkan sektor riil melalui SiKepo agar usaha anggota dan koperasi terintegrasi serta lebih produktif.
Lima tokoh disebut masuk bursa Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, pengalaman, dan gagasan para kandidat dalam Muktamar ke-35 NU.