Pemulihan SDN Kokap Pascalongsor Hampir Rampung, Siswa Ditargetkan Belajar Aman
Revitalisasi SDN Kokap di Kulonprogo pascalongsor mencapai 90 persen. Disdikpora menargetkan sekolah kembali aman dan nyaman untuk belajar.
Ilustrasi longsor./Pixabay-Saiful Mulia
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo telah memiliki sejumlah early warning system (EWS) untuk memantau potensi longsor dan banjir di berbagai titik. Perangkat tersebut merupakan instalasi milik Pemda DIY maupun Pemkab Kulonprogo sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Pemadam Kebakaran Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Eko Susanto, mengatakan EWS tanah longsor saat ini telah beroperasi normal dan dipastikan berfungsi maksimal. “Pusdalops BPBD Kulonprogo aktif 24 jam setiap harinya menerima laporan dan memonitor keadaan secara berjenjang,” ujarnya kepada Harian Jogja, Minggu (23/11/2025).
Ia menjelaskan setiap laporan kejadian akan langsung dicek di lapangan. Retakan tanah menjadi perhatian utama dalam upaya pencegahan agar longsor tidak berdampak lebih parah. “SK tanggap darurat selesai hari ini, 23 November, akan dievaluasi apakah diperpanjang atau tidak,” ungkapnya.
Eko menambahkan, musim hujan saat ini masih memasuki tahap awal dan belum mencapai puncaknya. Karena itu, retakan tanah di perbukitan berpotensi dipasangi EWS tambahan untuk meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, EWS longsor menjadi fokus karena wilayah Kulonprogo sangat rawan terhadap pergerakan tanah.
“EWS banjir sudah ada yang dipasang, nantinya akan ada leveling air untuk mengetahui ketinggian debit air,” jelasnya.
Selain peringatan dini, BPBD Kulonprogo juga telah menyusun rencana kontingensi (Rekon) berdasarkan kejadian-kejadian sebelumnya. Dari dokumen Rekon tersebut, BPBD dapat menentukan langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi.
“Berdasarkan survei intensitas yang sudah terjadi dan telah dipetakan lokasinya, kami bisa menentukan penanganan ketika dampaknya muncul,” katanya. Ia berharap seluruh upaya ini dapat meminimalisir bahkan meniadakan kejadian bencana hidrometeorologi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Revitalisasi SDN Kokap di Kulonprogo pascalongsor mencapai 90 persen. Disdikpora menargetkan sekolah kembali aman dan nyaman untuk belajar.
Jasad perempuan ditemukan di sungai kawasan Air Terjun Suwono Indah Park Ngawi. Polisi meminta warga yang kehilangan keluarga melapor.
PSIM Jogja meraih kemenangan perdana di Super League 2026/2027 setelah comeback dan mengalahkan Borneo FC dengan skor 2-1.
Pemilu Serbia dan Brasil menunjukkan perbedaan gelombang antikemapanan. Simak faktor pemicu dan tiga skenario politik dunia hingga 2027.
DPRD Sleman menyoroti pentingnya evaluasi berkala, pemutakhiran data keluarga berisiko, dan koordinasi lintas sektor untuk menekan stunting.
Komnas HAM meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga trauma akibat penggeledahan ponpes di Sukoharjo.