Anggaran DIY Tertekan, Sultan HB X Fokuskan Program yang Berdampak Besar
Pendapatan transfer DIY dalam RAPBD Perubahan 2026 turun Rp583,77 miliar. Sultan HB X menegaskan program berdampak besar tetap menjadi prioritas.
Kamera CCTV Electonic Traffic Law Enforcement (ETLE) dipasang di ruas jalan Wates Purworejo, Temon, Kulonprogo, Rabu (24/03/2021). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA— Sebanyak 248 pengendara terjaring tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Statis selama pekan pertama Operasi Zebra Progo 2025 di wilayah hukum Polresta Jogja. Operasi ini telah berlangsung sejak Senin (17/11/2025).
Kasihumas Polresta Jogja, Iptu Gandung Harjunadi, menyampaikan bahwa penindakan melalui ETLE statis mulai diterapkan pada Operasi Zebra tahun ini. Berdasarkan catatan kepolisian, akhir pekan menjadi momen paling banyak pelanggaran terekam kamera.
“Pada operasi hari keenam, Sabtu kemarin ada 48 pelanggaran lewat ETLE, tertinggi selama pekan pertama. Sementara hari ketujuh atau Minggu ada 46 penindakan,” ujar Gandung, Selasa (25/11/2025).
Ia menambahkan, hari kelima pada Jumat (21/11/2025) mencatat 44 pelanggaran yang terekam ETLE statis, menempatkannya sebagai peringkat ketiga tertinggi selama sepekan.
Di tengah meningkatnya pelanggaran yang terekam ETLE statis, jumlah tilang manual justru menunjukkan tren penurunan tajam. Pada pekan pertama Operasi Zebra Progo 2025, hanya 49 pengendara yang dikenai tilang manual, jauh merosot dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 1.199 pelanggaran.
Jumlah teguran juga ikut menurun. Tahun ini, Polresta Jogja mencatat 176 teguran, sementara pada periode yang sama tahun lalu mencapai 2.360 teguran.
Secara keseluruhan terdapat 473 pelanggaran selama pekan pertama Operasi Zebra Progo 2025. Angka tersebut turun drastis dari periode yang sama pada 2024 yang mencapai 3.559 pelanggaran.
Operasi Zebra Progo berlangsung selama dua pekan hingga Minggu (30/11/2025). Dalam pelaksanaannya, Polresta Jogja mengajak masyarakat meningkatkan disiplin berlalu lintas, mulai dari mematuhi rambu dan marka jalan, menggunakan helm dan sabuk keselamatan, menjaga fokus berkendara, hingga mematuhi batas kecepatan.
Gandung menegaskan pentingnya memastikan kelengkapan dokumen kendaraan seperti SIM dan STNK, serta menjaga kondisi kendaraan tetap prima.
“Jadikan kepatuhan berlalu lintas sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan hanya selama Operasi Zebra,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendapatan transfer DIY dalam RAPBD Perubahan 2026 turun Rp583,77 miliar. Sultan HB X menegaskan program berdampak besar tetap menjadi prioritas.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.
Kapan waktu terbaik membeli tiket pesawat? Simak jarak ideal pemesanan domestik dan internasional serta hari yang bisa dicoba.