SLB Tunas Bhakti Bantul Direvitalisasi, DPRD Dorong Pendidikan Inklusi
SLB Tunas Bhakti di Pleret, Bantul, direvitalisasi Kemendikdasmen. DPRD Bantul mendorong pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Lokasi wisata Pantai Baru. Arus wisatawan di kawasan pantai selatan Bantul menunjukkan perubahan signifikan sejak Jembatan Kabanaran mulai difungsikan sejak diresmikannya jembatan Kabanaran. Kiki Luqman/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Arus wisatawan di jalur pantai selatan Bantul mengalami lonjakan setelah Jembatan Kabanaran resmi difungsikan. Akses yang semakin terbuka, terutama dari arah Kulonprogo dan Purworejo, membuat kunjungan ke sejumlah objek wisata meningkat dan aktivitas ekonomi pedagang kembali menggeliat.
Sukamto, pedagang sekaligus pengelola area Pantai Baru, mengatakan jumlah pengunjung di warungnya kini meningkat sekitar 15% dibanding sebelum jembatan dibuka. Pada akhir pekan, jumlah pengunjung yang datang bisa mencapai lebih dari 100 orang per hari.
“Kalau Sabtu dan Minggu ya ratusan. Satu hari bisa 100 orang lebih. Sebelumnya sekitar 85 orang. Kalau dirata-rata ya ada 15 persen peningkatan pengunjung,” ujarnya, Rabu (26/11).
Ia menyebut suasana akhir pekan kini jauh lebih ramai. Sabtu yang biasanya tidak terlalu padat kini hampir menyamai keramaian hari Minggu. Perubahan signifikan juga terlihat dari wisatawan yang datang sore hari, yang sebelumnya tidak begitu banyak.
Lonjakan pengunjung berdampak langsung pada pendapatan harian pedagang. Jika sebelumnya omzet akhir pekan berada di kisaran Rp500.000, kini naik menjadi sekitar Rp700.000. Kebutuhan tenaga kerja pun ikut bertambah. Sukamto saat ini mempekerjakan sepuluh orang, meningkat dari sebelumnya delapan orang.
“Kita juga menambah tenaga kerja, karena saya punya dua warung,” jelasnya.
Meski faktor cuaca masih memengaruhi jumlah pengunjung, Sukamto menilai pembukaan Jembatan Kabanaran menjadi faktor terbesar yang mengubah pola kunjungan wisata di kawasan tersebut. Jalur baru ini turut mendorong tumbuhnya mobilitas warga dan pertumbuhan pedagang kaki lima di sekitar Pantai Baru.
“Sejak Jembatan Kabanaran dibuka ada peningkatan pendapatan dan kunjungan. Jalan-jalan mulai ramai. Dulu tidak ada pedagang kaki lima, sekarang banyak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SLB Tunas Bhakti di Pleret, Bantul, direvitalisasi Kemendikdasmen. DPRD Bantul mendorong pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Hiromu Tanaka terkesan dengan atmosfer suporter PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo yang dinilainya tak kalah luar biasa dari Jepang.
Sebanyak 19 siswa Sekolah Tumbuh mengikuti Club Coding dan Robotik selama dua semester untuk memperkuat pembelajaran KKA.
BMKG menyebut gempa M7,7 NTT dipicu sesar naik busur belakang Flores yang berpotensi menghasilkan gempa hingga M7,9.
Gempa M7,7 di NTT merobohkan bangunan di Pelabuhan Lorens Say Maumere. Tiga korban dievakuasi, satu meninggal dunia.
Pieter Huistra menilai PSS Sleman berada di jalur tepat untuk membangun permainan dominan menjelang Super League 2026/2027.