Dua Atlet Menembak Gunungkidul Bidik Tiket Olimpiade 2028
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
HIV/AIDS - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat hingga akhir September 2025 ada penambahan HIV/Aids sebanyak 61 kasus. Jumlah ini lebih banyak ketimbang temuan di 2024 dengan 53 kasus.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Zoonosis, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Yuyun Ika Pratiwi mengatakan tren penularan HIV/Aids di Gunungkidul terus fluktuatif di tiap tahunnya.
Hal ini terlihat dari data yang berhasil dikumpulkan dari beberapa tahun terakhir. Sebagai gambaran, di 2022, jumlah penderita HIV bertambah 76 kasus dan Aids sebanyak 36 kasus.
Setahun berikutnya atau tepatnya di 2023, hanya ditemukan 60 kasus HIV baru dan Aids sebanyak delapan kasus. Di 2024, jumlah penderita HIV bertambah sebanyak 44 kasus dan Aids ada sembilan kasus baru.
“Hingga September 2025, sudah ada 52 kasus HIV baru dan Aids sebanyak sembilan kasus,” kata Yuyun, Senin (4/8/2025).
Menurut dia, tren penambahan kasus masih sangat mungkin terjadi. Pasalnya, data kasus di triwulan akhir 2025 belum masuk dalam catatan penderita HIV/Aids yang baru.
Yuyun memastikan upaya pencegahan dan penanggulangan kasus akan terus dilakukan. Pasalnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan bertambahnya kasus HIV/Aids di Bumi Handayani.
Perilaku seks tidak sehat yang sering bergonta-ganti pasangan menjadi risiko tinggi penyebab terjadinya penularan. Selain itu, juga ada penularan yang disebabkan karena keturunan dari ibu yang menjadi penderita dan lainnya.
“Upaya sosialisasi akan terus digencarkan sebagai langkah untuk pencegahan agar kasus bisa terkendali,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono. Menurut dia, upaya memerangi HIV/Aids tidak hanya dalam upaya penanggulangan, tapi juga ada komitmen dari pemkab untuk memberikan perawatan kepada para pasien yang dinyatakan positif agar dapat hidup dengan normal.
Berbagai upaya yang dilakukan, salah satunya memastikan para pasien rutin mengkonsumsi obat ARV. Di sisi lain, juga memastikan adanya ketersediaan obat sehingga akses pelayanan bagi penderita dapat terjamin dengan baik.
“Pemenuhan obat harus dijaga karena pengobatan ini sangat penting bagi para penderita HIV/Aids agar dapat beraktivitas dengan normal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Warga Dukuh Bono, Klaten, harus antre hingga dua pekan untuk mendapat air bersih. BPBD mencatat 15 desa terdampak kekeringan.
BMKG mencatat 1.869 wilayah mengalami kekeringan ekstrem hingga September 2026. Simak daftar daerah berstatus awas dan prediksi musim hujan.
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
BMKG memprakirakan hujan ringan di sejumlah wilayah pada Sabtu. Waspadai gelombang 4 meter, banjir rob, awan Cumulonimbus, dan karhutla.
Calvin Verdonk langsung fokus ke Lille setelah membawa Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026. Lille akan menghadapi Le Havre dan Arsenal.