WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Lalu lintas di Simpang Jembatan Kewek. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY memastikan kesiapan menghadapi lonjakan mobilitas 9,5 juta orang saat Nataru, termasuk kecukupan stok bahan pokok yang tercatat surplus.
Sekda DIY menyatakan persiapan dilakukan sejak awal November melalui rapat TPID dan koordinasi dengan berbagai instansi. Pemda memastikan keamanan transportasi melalui posko terpadu dan pendataan pergerakan wisatawan yang diprediksi meningkat signifikan.
Sejumlah komoditas tercatat jauh di atas kebutuhan bulanan, termasuk beras yang mencapai lebih dari dua kali lipat dari kebutuhan. Meski demikian, tantangan terkait distribusi dan potensi gejolak harga masih diwaspadai, terutama untuk komoditas sensitif seperti daging sapi dan hortikultura.
Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengaku sudah menggelar rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan pemerintah pusat untuk kesiapan nataru. Sebenarnya ini kan sesuatu yang sudah biasa karena setipa tahun pasti seperti itu. Jadi otomatis dari sisi kesiapan sudah sangat siap untuk menerima atau menyambut nataru,” ujarnya, senin (1/12/2025).
Pada nataru mendatang diproyeksikan akan ada pergerakan sebanyak 9,5 juta orang di DIY. Maka dari sisi transportasi juga akan disiapkan. “Dari sisi Polda DIY, transportasi disiapkan posko. Lalu dari sisi ketersediaan bahan pokok kami semua sudah siap. Pada prinsipnya kita siap dan aman. Tinggal bagaimana implementasi di lapangan,” ungkapnya.
Pada komoditas beras, dari kebutuhan sebanyak 32.411,11 ton, ketersediaannya saat ini sebanyak 73.720,48 ton atau surplus 41.309,37 ton. Lalu pada minyak goreng, dari kebutuhan sebanyak 3.470.17 ton, saat ini tersedia 6.099,28 ton atau surplus 2.629,11 ton.
Kemudian pada telur ayam, dari kebutuhan 9.541,75 ton, saat ini tersedia sebanyak 14.057.16 ton atau surplus 4.515,42 ton. Pada daging ayam, dari kebutuhan 7.344,54 ton, saat ini tersedia sebanyak 10.711,37 ton atau surplus 3.366,83 ton.
“Kami sudah memprediksi, kita punya stok di Bulog, Gapoktan [gabungan kelompok tani] dan sebagainya. kami sudah rapat TPID [Tim Pengendali Inflasi Daerah] itu di 11 November lalu. Kami mengiddentifikasi bahan pokok penting. Pada Prinsipnya sangat surplus,” katanya.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih ada yang mempengaruhi ketersediaan bahan pokok, diantaranya ketergantungan pada komoditas tertentu dengan surplus rendah seperti daging sapi. Hal ini bisa mengakibatkan kerentanan jika terjadi gejolak pasokan.
Kemudian ketidakmerataan distribusi stok dapat memicu lonjakan harga musiman terutama pada komoditas hortikultura yang sensitif terhadap cuaca dan rantai distribusi. “Validitas dan ketepatan waktu data juga masih memerlukan penguatan, terutama yang bersumber dari pelaku usaha dan pergerakan barang,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Stemawa Moto Contest 2026 di SMK Ma’arif 1 Wates diikuti 130 peserta dengan delapan kategori modifikasi motor dari DIY dan sekitarnya.
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru beserta tarif lengkap. Simak jalur bus Trans Jogja yang menghubungkan pusat kota hingga kawasan pinggiran DIY
Seorang nenek di Rongkop, Gunungkidul, tewas diduga saat memadamkan api pembakaran sampah. BPBD mengingatkan bahaya kebakaran lahan
Gempa Venezuela memicu lebih dari 500 gempa susulan. Korban tewas mencapai 1.450 orang, ribuan dirawat, dan 12.000 warga mengungsi.
Ratusan petani muda Magelang mengikuti pelatihan pertanian modern Bayer SATRIA untuk meningkatkan produktivitas, teknologi, dan akses pasar.