PSIM Jogja vs Persija 10 Oktober Dimajukan, Ini Jadwal Terbaru
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
Ilustrasi waste to energy, atau sampah jadi energi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Program Mas Jos (Masyarakat Jogja Olah Sampah) yang digagas Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mulai menunjukkan dampak signifikan di Kelurahan Gowongan, Kemantren Jetis. Kawasan ini juga meliputi Tugu Jogja yang berada di jalur sumbu filosofis sehingga pengelolaan sampah menjadi perhatian penting.
Lurah Gowongan, Tika Andriatiavita mengatakan, sebelum program dimulai, sampah harian Kelurahan Gowongan yang masuk depo mencapai sekitar 2,1 ton per hari. Melalui penguatan pengolahan organik dan pemilahan ketat, jumlah tersebut kini turun menjadi kisaran 1,6–1,7 ton per hari sepanjang November 2025.
“Pengurangan ini karena kami mendorong warga tidak membuang sampah organik, tetapi mengolahnya. Ada yang dibuat pakan ternak dan ada yang mengandalkan maggot sehingga sampah yang masuk depo bisa ditekan cukup jauh,” ujar Tika, Selasa (2/12/2025).
Setiap RW di Gowongan juga memiliki bank sampah yang aktif berjalan. Selain itu, kader Mas Jos dari unsur RW, PKK, dan pengelola bank sampah terlibat dalam kegiatan rutin Gowongan Sempurna untuk mendampingi warga mengolah sampah rumah tangga.
Penguatan pola pengelolaan juga menyasar kawasan Tugu Jogja yang ramai wisatawan. Komitmen bersama warga, Ketua RW, Ketua Kampung, dan tokoh masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kebersihan, khususnya di area yang menjadi bagian penting sumbu filosofis.
“Kami memperkuat komitmen bersama agar warga disiplin tidak membuang sampah sembarangan dan saling mengingatkan. Pengawasan yang dilakukan tetangga sendiri biasanya lebih efektif daripada teguran dari kami,” katanya.
Gowongan juga bersiap menghadapi penutupan sementara TPA Piyungan pada akhir tahun. Pengelolaan sampah organik dan anorganik dinilai tidak menjadi persoalan karena sistem sudah berjalan. Tantangan terbesar justru ada pada sampah residu yang belum memiliki tujuan penanganan jelas.
“Sampah residu ini yang masih kami pikirkan karena tidak bisa kami kelola. Kami belum punya tempat untuk itu, sementara tidak semua warga mampu membayar jika opsi pengelolaan dilakukan pihak swasta,” ujarnya.
Saat ini Gowongan mengoptimalkan fasilitas yang ada, termasuk enam biopori jumbo yang tersebar di wilayah. Tiga di antaranya dibangun menggunakan APBD dan tiga lainnya merupakan swadaya masyarakat.
Selain pengolahan mandiri, Kelurahan Gowongan masih rutin melakukan kerja bakti bersama warga. Kegiatan ini mencakup seluruh wilayah kelurahan, termasuk kawasan sekitar Tugu Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Jogja dan Jogja-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.