Rumah Eross Sheila On 7 Didatangi Kobra Jawa, Evakuasi Hanya 8 Menit
Damkar Sleman mengevakuasi ular Kobra Jawa sepanjang hampir satu meter dari rumah Eross Sheila On 7 di Ngaglik. Proses penanganan hanya delapan menit.
Kondisi permukiman warga di Desa Blang Meurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, pasca terjangan banjir bandang yang menyebabkan sebagian lahan warga hilang dan berubah menjadi aliran sungai, Jumat (28/11/2025). ANTARA/ist-Dok Warga/Sudirman
Harianjogja.com, SLEMAN— Peneliti Hidrologi Hutan dan Konservasi DAS UGM, Hatma Suryatmojo, menilai banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir November 2025 merupakan kombinasi antara faktor cuaca ekstrem dan kerusakan ekosistem hulu yang sudah berlangsung lama.
Menurut Hatma, hujan ekstrem yang memicu banjir kali itu dipengaruhi dinamika atmosfer yang tidak biasa. BMKG mencatat beberapa wilayah di Sumatra Utara diguyur hujan lebih dari 300 mm per hari pada puncak kejadian, diperkuat oleh keberadaan Siklon Tropis Senyar yang terbentuk di Selat Malaka. Namun ia menegaskan bahwa cuaca ekstrem hanyalah pemicu awal.
“Dampak merusak banjir bandang itu justru diperparah oleh rapuhnya benteng alam di kawasan hulu. Kerusakan ekosistem hutan di hulu DAS membuat daya dukung dan daya tampung kawasan hilang,” ujarnya, Senin (1/12/2025).
Hatma menjelaskan hilangnya tutupan hutan berarti hilangnya fungsi penting dalam siklus hidrologi, mulai dari intersepsi, infiltrasi, hingga evapotranspirasi. Hutan yang sehat, katanya, mampu menahan 15–35% air hujan di tajuk, memasukkan 55% air ke dalam tanah, dan mengembalikan 25–40% ke atmosfer.
Sebaliknya, ketika hutan rusak, tanah kehilangan porositas dan tidak mampu menyerap air sehingga sebagian besar hujan berubah menjadi limpasan permukaan yang langsung mengalir deras ke hilir. Kondisi ini kemudian memicu erosi masif serta longsor.
“Hutan di hulu adalah penyangga hidrologis. Vegetasi rimbun itu ibarat spons raksasa,” tegasnya.
Rangkaian Penyebab Banjir Bandang
Dalam kondisi ekstrem, bahkan hutan yang masih utuh pun memiliki batas kemampuan menahan air. Longsor yang terjadi membawa material tanah, pasir, batu, dan batang pohon ke alur sungai, membentuk bendungan alami yang sewaktu-waktu bisa jebol dan menimbulkan banjir bandang besar.
Tanah yang kehilangan ikatan akar juga mudah tererosi sehingga mendangkalkan sungai. Pendangkalan dan penyempitan alur sungai ini memperbesar risiko luapan air.
“Dengan kata lain, hutan hulu yang hilang berarti hilangnya sabuk pengaman alami bagi kawasan di bawahnya,” ujar Hatma.
Ia menyebut banjir bandang 2025 di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mungkin menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade. Kejadian tersebut mencerminkan meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi akibat deforestasi dan perubahan iklim.
Hatma mengingatkan bahwa mitigasi bencana harus menyeimbangkan pendekatan struktural seperti tanggul, normalisasi sungai, dan pemulihan sempadan sungai dengan pendekatan ekologis seperti perlindungan hutan dan konservasi DAS.
“Pemerintah perlu menegakkan aturan tata ruang berbasis mitigasi bencana dan menghentikan laju deforestasi di kawasan rawan banjir secara tegas,” ucapnya.
Rehabilitasi lahan kritis serta reforestasi di wilayah tangkapan air dinilai mendesak untuk memulihkan fungsi hutan. Ia juga menekankan pentingnya edukasi serta pelibatan masyarakat lokal sebagai kunci perlindungan lingkungan jangka panjang.
“Pada akhirnya, ketangguhan masyarakat menghadapi bencana bergantung pada keseimbangan antara manusia dan alam,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Damkar Sleman mengevakuasi ular Kobra Jawa sepanjang hampir satu meter dari rumah Eross Sheila On 7 di Ngaglik. Proses penanganan hanya delapan menit.
Harga emas Pegadaian 1 Juli 2026 turun untuk Antam, UBS, dan Galeri 24. Simak daftar harga terbaru semua ukuran emas batangan.
Jadwal DAMRI Bandara YIA 1 Juli 2026 lengkap beserta rute menuju Kota Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 per penumpang.
UII, SEAMEO BIOTROP, dan SEAQIM mendorong ekonomi sirkular berbasis STEM-ESD untuk mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 1 Juli 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.
BTNGM memastikan pendakian Gunung Merapi masih ditutup karena status Siaga Level III dan aktivitas erupsi masih tinggi.