148 Pegolf Ramaikan Bupati Sleman Cup, Sport Tourism Jadi Andalan
Bupati Sleman Cup 2026 diikuti 148 pegolf dari berbagai daerah. Turnamen ini menjadi strategi Pemkab Sleman memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.
Sunartono, Pendiri Yayasan Wreda Sadu Kencana Sleman. - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Lonjakan jumlah warga lanjut usia di Sleman dan belum adanya skema perlindungan khusus mendorong mantan Sekretaris Daerah Sleman, Sunartono, mendirikan Yayasan Wreda Sadu Kencana sebagai pusat pemberdayaan dan pendampingan warga lansia.
Jumlah warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Sleman terus meningkat signifikan setiap lima tahun. Kondisi ini dinilai perlu diimbangi dengan kebijakan pemberdayaan dan jaminan sosial yang lebih memadai. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Sunartono, menyoroti belum adanya skema asuransi khusus bagi lansia di Indonesia seperti yang diterapkan di Jepang.
Sunartono menjelaskan bahwa Pemerintah Jepang memiliki program asuransi lansia yang secara otomatis memberikan layanan khusus kepada warga ketika memasuki usia 65 tahun. Menurutnya, model seperti ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk memastikan lansia tidak terlantar.
“Di Indonesia belum ada. Kami berharap kegiatan semacam ini mendapat respons dari pemerintah tingkat daerah hingga nasional. Kalau bisa, lansia itu jangan sampai terlantar,” ujar Sunartono saat ditemui di Kopi Jongke, Rabu (3/12/2025).
Berkaca dari pengalaman tersebut, Sunartono mendirikan Yayasan Wreda Sadu Kencana yang menaungi Pusat Kegiatan Lansia Laras di Bumi Sembada. Yayasan ini menawarkan berbagai program pendampingan bagi lansia, baik secara psikologis (rohani) maupun fisik (jasmani). Program tersebut bersifat terbuka dan dapat diikuti seluruh lansia di Sleman.
“Sebab baru rintisan, kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Program ini kami desain untuk meningkatkan usia harapan hidup melalui pelatihan fisik, mental, dan sosial,” jelasnya.
Ia berharap kehadiran pusat kegiatan tersebut dapat menjadi ruang positif bagi lansia untuk berbagi pengalaman dan memperluas interaksi sosial. “Prinsipnya, kebahagiaan itu memperpanjang usia,” katanya.
Selain mendampingi warga lansia, yayasan ini juga memberikan pelatihan bagi para caregiver agar memahami metode pendampingan yang tepat. “Lansia siapa pun mau bergabung dipersilakan. Daripada bengong di rumah, mending bergabung. Ada banyak teman sebaya yang bisa diajak ngobrol, topiknya pasti nyambung,” tambahnya.
Koordinator Perkumpulan Purna Bhakti Praja Sleman (PBPS) Wilayah Selatan, Suyamsih, menambahkan bahwa PBPS Sleman juga rutin menggelar kegiatan peningkatan kebugaran bagi anggotanya sebagai salah satu upaya memperpanjang usia harapan hidup. Kegiatan tersebut mencakup senam otak, lomba estafet antarkelompok, hingga penampilan kesenian.
“Warga lansia kalau nyanyi-nyanyi, senam otak, lomba-lomba itu senang. Tantangan lansia itu apa ya? Yang penting senang,” ujar Suyamsih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Cup 2026 diikuti 148 pegolf dari berbagai daerah. Turnamen ini menjadi strategi Pemkab Sleman memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.
Ekspor tekstil Indonesia diproyeksikan tumbuh hingga 4 persen pada 2027 didukung pemulihan permintaan global dan penguatan rantai pasok industri.
akultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar program pengabdian masyarakat
DLH Kulonprogo mengimbau warga tidak membakar sampah selama musim kemarau karena berisiko memicu kebakaran lahan dan melanggar aturan.
PT Pegadaian (Persero) secara resmi memasuki babak baru dalam pengelolaan hubungan ketenagakerjaan yang inklusif dan berkeadilan
BMKG memprediksi El Nino bertahan hingga awal 2027 dan memicu kemarau lebih kering dengan risiko kekeringan serta karhutla yang meningkat.