Kasus Keracunan MBG Terus Terjadi, Status Sleman Kabupaten Layak Anak Disorot
Status KLA Sleman dipertanyakan setelah kasus keracunan MBG. Warga meminta DPRD memperkuat pengawasan perlindungan anak.
Sunartono, Pendiri Yayasan Wreda Sadu Kencana Sleman. - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Lonjakan jumlah warga lanjut usia di Sleman dan belum adanya skema perlindungan khusus mendorong mantan Sekretaris Daerah Sleman, Sunartono, mendirikan Yayasan Wreda Sadu Kencana sebagai pusat pemberdayaan dan pendampingan warga lansia.
Jumlah warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Sleman terus meningkat signifikan setiap lima tahun. Kondisi ini dinilai perlu diimbangi dengan kebijakan pemberdayaan dan jaminan sosial yang lebih memadai. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Sunartono, menyoroti belum adanya skema asuransi khusus bagi lansia di Indonesia seperti yang diterapkan di Jepang.
Sunartono menjelaskan bahwa Pemerintah Jepang memiliki program asuransi lansia yang secara otomatis memberikan layanan khusus kepada warga ketika memasuki usia 65 tahun. Menurutnya, model seperti ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk memastikan lansia tidak terlantar.
“Di Indonesia belum ada. Kami berharap kegiatan semacam ini mendapat respons dari pemerintah tingkat daerah hingga nasional. Kalau bisa, lansia itu jangan sampai terlantar,” ujar Sunartono saat ditemui di Kopi Jongke, Rabu (3/12/2025).
Berkaca dari pengalaman tersebut, Sunartono mendirikan Yayasan Wreda Sadu Kencana yang menaungi Pusat Kegiatan Lansia Laras di Bumi Sembada. Yayasan ini menawarkan berbagai program pendampingan bagi lansia, baik secara psikologis (rohani) maupun fisik (jasmani). Program tersebut bersifat terbuka dan dapat diikuti seluruh lansia di Sleman.
“Sebab baru rintisan, kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Program ini kami desain untuk meningkatkan usia harapan hidup melalui pelatihan fisik, mental, dan sosial,” jelasnya.
Ia berharap kehadiran pusat kegiatan tersebut dapat menjadi ruang positif bagi lansia untuk berbagi pengalaman dan memperluas interaksi sosial. “Prinsipnya, kebahagiaan itu memperpanjang usia,” katanya.
Selain mendampingi warga lansia, yayasan ini juga memberikan pelatihan bagi para caregiver agar memahami metode pendampingan yang tepat. “Lansia siapa pun mau bergabung dipersilakan. Daripada bengong di rumah, mending bergabung. Ada banyak teman sebaya yang bisa diajak ngobrol, topiknya pasti nyambung,” tambahnya.
Koordinator Perkumpulan Purna Bhakti Praja Sleman (PBPS) Wilayah Selatan, Suyamsih, menambahkan bahwa PBPS Sleman juga rutin menggelar kegiatan peningkatan kebugaran bagi anggotanya sebagai salah satu upaya memperpanjang usia harapan hidup. Kegiatan tersebut mencakup senam otak, lomba estafet antarkelompok, hingga penampilan kesenian.
“Warga lansia kalau nyanyi-nyanyi, senam otak, lomba-lomba itu senang. Tantangan lansia itu apa ya? Yang penting senang,” ujar Suyamsih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Status KLA Sleman dipertanyakan setelah kasus keracunan MBG. Warga meminta DPRD memperkuat pengawasan perlindungan anak.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.