Pria di Bantul Ditangkap Warga, Sembunyikan Sabu dalam Kopi
Warga Jotawang, Bantul, mengamankan pria yang dicurigai membawa sabu 0,33 gram dalam bungkus kopi sebelum diserahkan ke polisi.
Seragam sekolah SD dan SMP - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul menata ulang skema pemberian seragam gratis bagi siswa baru tahun ajaran 2026. Kuota disesuaikan dengan data riil untuk mencegah kelebihan atau kekurangan paket seragam.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Nugroho Eko Setyanto, mengatakan pihaknya berhati-hati agar tidak salah dalam menentukan kuota penerima. Sebab, selama ini perhitungan masih mengacu pada pembaruan data siswa baru yang terakhir diterima.
Nugroho memerinci rencana kuota seragam gratis yang disediakan. "Rencana kuota seragam sekolah gratis yang disediakan SD negeri sejumlah 9.062 siswa, SD swasta sejumlah 2.758 siswa, MI negeri sejumlah 229 siswa, dan MI swasta sejumlah 1.309 siswa," ujarnya, Rabu (3/12/2025). "Untuk jenjang berikutnya, kita juga menyiapkan seragam gratis bagi 8.640 siswa SMP negeri. Sementara SMP swasta, MTs negeri, dan MTs swasta menerima 6.100 paket seragam," tambahnya.
Menurut Nugroho, kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan program ini diperkirakan mencapai Rp2,527 miliar untuk tingkat SD, dan Rp2,686 miliar untuk SMP.
"Jadi, nanti bentuknya berupa kain dan biar mereka yang menjahit sendiri," tutur Nugroho. Dengan sistem pemberian bahan kain ini, orang tua dapat menyesuaikan ukuran seragam anak masing-masing. Ia mencontohkan, ukuran umum sering tidak akurat karena setiap siswa memiliki bentuk tubuh berbeda meskipun memakai ukuran yang sama.
Nugroho menegaskan bahwa penghitungan anggaran masih terus disempurnakan agar pelaksanaannya tepat sasaran. Program ini merupakan bagian dari visi dan misi Bupati Abdul Halim Muslih bersama Wakil Bupati Aris Suharyanta, sehingga komunikasi antara Disdikpora dan pimpinan daerah dilakukan secara berkala.
"Besok akan kami matangkan lagi. Intinya, karena ini merupakan kebijakan Pak Bupati, intinya pengadaan seragam bagi siswa baru masih tetap ada," kata Nugroho.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Jotawang, Bantul, mengamankan pria yang dicurigai membawa sabu 0,33 gram dalam bungkus kopi sebelum diserahkan ke polisi.
DPRD Sleman menargetkan penghasilan PPPK, termasuk paruh waktu, dapat mencapai UMR pada 2027. Sebagian tenaga pendidik masih di bawah UMK.
Danantara menggarap 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun yang diproyeksikan menyerap 37.833 tenaga kerja langsung.
Karhutla di kawasan Gunung Bromo berdampak pada 899,35 hektare. Tim gabungan mengerahkan dua helikopter untuk water bombing.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan TPPU Febrie Adriansyah, terdiri atas satu pihak swasta dan dua saksi perbankan.