Program Penataan Kawasan Kumuh di Wirobrajan Libatkan Warga Sejak Awal
Program penataan kawasan kumuh di RW 12 Kelurahan Wirobrajan mulai disosialisasikan. Warga diajak terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Ilustrasi sampah. Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Baciro, Kemantren Gondokusuman, Jogja memperkuat pengolahan sampah berbasis warga melalui program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) guna meningkatkan kemandirian pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga.
Lurah Baciro, Sutikno menyampaikan pihaknya terus mendorong masyarakat Baciro mengolah sampah dengan program tersebut. Dia menilai program pengolahan sampah dalam Mas Jos tersebut akan meningkatkan volume sampah yang mampu diolah masyarakat secara mandiri.
Dia menilai pengolahan sampah organik telah dilakukan dengan berbagai metode antara lain biopori berskala rumah tangga dan biopori jumbo. Sementara pengolahan sampah anorganik telah dilakukan dengan bank sampah. Menurutnya hampir seluruh warga Baciro telah mengolah sampah organik dan anorganik dengan metode tersebut.
Dia pun terus melakukan pemantauan secara rutin terhadap pengolahan sampah warga tersebut. Dalam pemantauan tersebut, pihaknya pun melakukan evaluasi di setiap wilayah.
“Melalui evaluasi dapat ditemukan kondisi yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan untuk waktu mendatang dalam pengelolaan sampah,” katanya, Senin (8/12/2025).
Sementara itu, Ketua Kampung Pengok Kidul, Teta Wibowo Nindita menyampaikan wilayahnya telah menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri dengan adanya beberapa fasilitas pengolahan sampah. Beberapa alat pengolah sampah yang telah digunakan antara lain satu unit insinerator, dua unit biopori jumbo, dua lembaga bank sampah, dan budidaya maggot.
“Masyarakat juga sudah diajak mengolah sampah menggunakan biopori di tiap rumah tangga,” katanya.
Sementara Ketua Forum Bank Sampah (FBS) Kota Jogja, Aman Yuriadijaya menyampaikan pihaknya terus melakukan pemantauan pengolahan sampah di setiap rumah tangga. Menurutnya, pengolahan sampah di setiap rumah tangga dapat menjadi solusi atas permasalahan sampah di Kota Jogja.
Dia mengapresiasi pengolahan sampah dengan biopori skala rumah tangga yang telah diterapkan di sana. Dia menilai pengolahan sampah berbasis masyarakat dengan biopori tersebut dapat menjadi solusi untuk menekan produksi sampah rumah tangga.
Selain itu, dia pun mengapresiasi pengolahan sampah di Baciro yang telah menggunakan insinerator dan biopori jumbo.
“Upaya pengolahan sampah dengan insinerator dan biopori jumbo menjadi langkah maju. Ke depan, insinerator ini akan dipayungi dokumen kerja sama dengan perguruan tinggi sebagai uji coba hasil riset,” katanya.
Penguatan pengolahan sampah berbasis warga ini diharapkan semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat Baciro dalam mendukung keberlanjutan program Mas Jos sebagai solusi pengurangan sampah di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program penataan kawasan kumuh di RW 12 Kelurahan Wirobrajan mulai disosialisasikan. Warga diajak terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Timnas Putri Indonesia wajib mengalahkan Kamboja untuk menjadi juara Grup B AFF Women's Cup 2026 dan membuka peluang menghadapi lawan lebih ringan di semifinal.
Meski terdampak efisiensi anggaran, DisperinkopUKM Kulonprogo tetap mendampingi IKM gula kelapa mengurus sertifikasi halal melalui program jemput.
Sabar/Reza lolos ke 16 besar Japan Open 2026 setelah drama 3 gim. Kemenangan dramatis ini modal berharga hadapi babak selanjutnya
Harga pupuk dan pestisida di Sleman naik akibat bahan baku impor. Pedagang menekan margin keuntungan demi menjaga harga tetap terjangkau bagi petani.
Stefano Lilipaly resmi turun kasta ke Semen Padang FC untuk Championship musim 2026/2027. Simak ambisi besar Kabau Sirah untuk langsung promosi ke Super League.