PSEL Piyungan Butuh 1.000 Ton Sampah, Bantul Kebagian 250 Ton
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Ilustrasi longsor./Pixabay-Saiful Mulia
Harianjogja.com, BANTUL—BPBD Bantul memastikan delapan keluarga di Dusun Sompok belum dapat kembali ke rumah karena pergerakan tanah masih dinilai berisiko dan belum benar-benar stabil.
Pemkab Bantul bersama pemerintah desa kini menyiapkan rencana relokasi sekaligus penataan kawasan sebagai langkah jangka panjang. Lahan untuk relokasi tengah diproses pemerintah desa, sementara pembangunan rumah direncanakan didukung anggaran kabupaten.
Meski posko pengungsian di SSB Sompok tetap dibuka, sebagian besar warga memilih tinggal di rumah saudara yang lebih nyaman serta dekat fasilitas pendidikan. BPBD juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem hingga Maret, sehingga warga diminta tetap waspada dan mematuhi arahan relawan.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, mengatakan warga belum diperbolehkan kembali ke rumah sebelum kondisi benar-benar dipastikan stabil.
“Mereka masih pada posisi mengungsi. Karena kemarin sudah kita komitmeni bahwa sebelum dinyatakan aman benar, apalagi di Sompok ini ada pergerakan tanah, kami selalu sarankan delapan keluarga itu untuk mengungsi di tempat saudara,” ujar Mujahid, Rabu (10/12/2025).
Pemkab Bantul bersama pemerintah desa telah menyiapkan rencana relokasi bagi warga terdampak. Saat ini teknis penataan masih dibahas sambil menunggu kesiapan lahan dari pemerintah desa.
“Penyiapan tanah disiapkan oleh pemerintah desa, sementara kabupaten mensupport bangunan rumahnya,” katanya.
BPBD Bantul juga terus memantau kondisi warga melalui relawan di lapangan. Menurutnya, pengungsian tetap dibuka di SSB Sompok, namun sebagian besar warga memilih tinggal sementara di rumah saudara yang lokasinya lebih nyaman dan tidak jauh dari sekolah.
“Masyarakat lebih nyaman mengungsi di tempat saudaranya. Saudaranya itu juga dekat sekolah, sehingga anak-anak tetap bisa beraktivitas seperti biasa,” kata Mujahid.
Ia mengingatkan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga Maret mendatang. BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait intensitas hujan yang tinggi.
“Kami mengantisipasi kondisi paling aman. Kami selalu sarankan masyarakat mematuhi arahan dari kami dan relawan,” ujarnya.
BPBD Bantul sebelumnya telah membentuk 75 pos banjir dan tanah longsor di seluruh desa. Pos-pos tersebut disiagakan setiap hari dengan dukungan logistik dari pemerintah desa dan BPBD.
“Semua 75 pos banjir itu kita siagakan. Kita pantau tiap hari piketnya dan logistiknya. Di pos banjir itu juga kita update kondisi cuaca,” kata Mujahid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M