DIY Masih Relatif Aman dari Kekeringan, BNPB Siapkan Antisipasi
BNPB menyebut kondisi kekeringan DIY masih relatif aman. Pemantauan krisis air dan hotspot terus dilakukan untuk mengantisipasi bencana.
Pergelaran wayang kulit yang digelar dalam acara Atraksi Seni Wisata Embung Krapyak, di Desa Banjaroyo, Kalibawang, Sabtu (6/10).istimewa
Harianjogja.com, JOGJA - DPRD DIY menyiapkan pementasan wayang kulit sebagai ruang refleksi nilai kepahlawanan dan spirit kebangsaan melalui pendekatan seni budaya. Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (13/12/2025) malam di halaman gedung DPRD DIY mulai pukul 20.00 WIB.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto menjelaskan rencana ini digagas sebagai cara menghadirkan kembali ruang bersama bagi publik untuk merenungi perjalanan demokrasi serta kehidupan bernegara. DPRD DIY menilai medium kebudayaan memiliki kekuatan kuat dalam menyampaikan pesan-pesan fundamental tentang bangsa.
“Kami memilih jalur seni untuk membaca ulang perjalanan kebangsaan kita. Dari situ masyarakat dapat menimbang kembali dinamika demokrasi dan hak-hak hidup bernegara,” ujar Eko Suwanto, Kamis (11/12/2025).
Eko menambahkan bahwa pagelaran ini ditujukan tidak hanya untuk masyarakat umum, tetapi juga sebagai ajakan bagi para pemangku kebijakan di pusat hingga daerah agar kembali menempatkan nilai-nilai kepahlawanan sebagai pedoman sikap. Menurutnya, nilai tersebut meliputi kecintaan pada negeri, keberanian mendahulukan kepentingan publik, serta komitmen menjaga integritas.
Pagelaran wayang kulit yang digelar gratis dan terbuka ini menampilkan dalang Ki Geter Pramuji Widodo. Lakon Kangsa Adu Jago dipilih untuk membawa pesan tentang keberanian melawan kejahatan, semangat menjaga kebangsaan, serta kemenangan nilai-nilai benar yang menjadi inti dari pertunjukan tersebut.
“Melalui lakon ini, kami ingin mengingatkan kembali bahwa perjuangan menegakkan kebenaran selalu relevan. Seni wayang memberi ruang bagi kita untuk menyerapnya dengan cara yang lebih dekat,” kata Eko.
Selain pementasan wayang, acara juga dilengkapi dengan lantunan lagu-lagu bertema nasionalis sebagai penguat suasana. Pihaknya berharap masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati pertunjukan budaya yang sarat makna ini.
“Harapan kami, warga bisa datang beramai-ramai dan merasakan energi kebangsaan yang disampaikan lewat seni tradisi. Mari kita saksikan bersama dan mengambil pelajaran dari pesan-pesan yang dibawakan,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNPB menyebut kondisi kekeringan DIY masih relatif aman. Pemantauan krisis air dan hotspot terus dilakukan untuk mengantisipasi bencana.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026