Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Foto ilustrasi Depo Sampah. /Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY mencatat timbulan sampah selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 meningkat sekitar 150 ton atau 20–30 persen, seiring melonjaknya kunjungan wisatawan ke Jogja.
Kepala DLHK DIY Kusno Wibowo mengatakan peningkatan volume sampah mulai terlihat sejak pertengahan Desember 2025. Lonjakan tersebut terjadi hampir merata di kabupaten dan kota di DIY.
“Peningkatan seiring dengan kunjungan wisatawan yang ada di Jogja. Peningkatannya sekitar 20–30 persen atau tonasenya sekitar 150 ton,” ujarnya, Selasa (30/12/2025).
Kusno menyebut, tambahan timbulan sampah tersebut masih relatif terkendali berkat kesiapsiagaan pemerintah kabupaten/kota dalam pengelolaan dan pengangkutan sampah selama periode libur panjang.
“Alhamdulillah sampai kemarin masih terkendali dengan adanya persiapan-persiapan di kabupaten dan kota,” katanya.
Untuk mengantisipasi melubernya depo penampungan, DLHK DIY bersama pemerintah daerah telah melakukan pengosongan dan evakuasi sampah dari depo-depo, terutama di Kota Jogja, untuk kemudian diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan.
“Khusus Kota Jogja, sebelum libur Natal sudah dilakukan pengosongan depo yang kemudian dibawa ke TPA Piyungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama masa libur Nataru, DLHK DIY masih memberikan toleransi evakuasi sampah dari wilayah perkotaan ke TPA Piyungan hingga minggu pertama Januari 2026. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan sampah susulan.
Namun setelah periode tersebut, TPA Piyungan akan kembali ditutup dan tidak dapat digunakan sebagai lokasi pembuangan sampah dari kabupaten/kota di DIY.
“Kami terus mendorong agar pengurangan dan pengelolaan sampah dilakukan di tingkat rumah tangga,” kata Kusno.
DLHK DIY juga mengimbau wisatawan dan masyarakat untuk berperan aktif mengurangi timbulan sampah dari sumbernya. Koordinasi dengan Dinas Pariwisata DIY telah dilakukan untuk menekan volume sampah di destinasi wisata.
“Wisatawan diharapkan meminimalkan pembawaan dan pembuangan sampah di tempat wisata. Masyarakat juga kami imbau mengurangi sampah rumah tangga,” ujarnya.
Menurut Kusno, pengelolaan sampah organik harus diselesaikan dari hulu, yakni di tingkat rumah tangga. Ia pun menyambut baik kebijakan Pemkot Jogja yang tidak lagi menerima sampah organik di depo-depo penampungan.
“Sampah organik harus selesai di rumah tangga. Ini bagian dari upaya mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya,” katanya.
Lonjakan sampah saat libur panjang menjadi tantangan rutin bagi pengelolaan lingkungan di DIY, sehingga peran aktif wisatawan dan masyarakat dinilai krusial untuk menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Transformasi ekonomi di DIY dan Jawa Tengah dinilai tidak sepenuhnya menggeser akar budaya lokal.
Jelang Iduladha 2026, Dispertapang Kulonprogo perketat pengawasan hewan kurban. PMK nol kasus, namun ancaman penyakit lain tetap diwaspadai.
PN Tipikor Bengkulu vonis bebas 4 terdakwa kasus korupsi lahan tol. Hakim sebut tidak ada unsur melawan hukum.
Simak jadwal lengkap SPMB SMA/SMK DIY 2026, kuota jalur, hingga tahapan pendaftaran. Pastikan tidak terlewat!
AFC menjatuhkan sanksi dua laga dan denda kepada pemain Qatar U-17 usai melakukan kekerasan terhadap pemain Indonesia.