Kuota Sertifikasi Halal Gratis DIY Ditutup Akhir Mei 2026
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
Anggota DPRD Kulonprogo, Agus Supriyanta memberikan bingkisan untuk bantuan di Panti Asuhan Binausaadah, Kamis (8/1/2026). Bantuan diterima pengelola Panti Asuhan Binausaadah, Agus Salim. Harian Jogja/Khairul Ma'arif.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Memperingati hari jadi ke-73 DPRD Kulonprogo, seluruh anggota dewan melakukan anjangsana serentak ke panti asuhan dan pondok pesantren di berbagai wilayah Bumi Binangun, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini dilakukan dengan membagi anggota DPRD ke dalam beberapa kelompok agar menjangkau seluruh kapanewon.
Salah satu kelompok menyasar wilayah Kapanewon Galur dan Lendah dengan mengunjungi Panti Asuhan Binausaadah, Panti Asuhan Aisyiyah Banaran, serta Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Yayasan Bina Insan Madani. Dalam kunjungan tersebut, anggota DPRD menyerahkan bingkisan dan bantuan uang tunai untuk mendukung operasional lembaga sosial.
Anjangsana ini menjadi wujud kepedulian sekaligus upaya mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat, khususnya anak yatim piatu dan pengelola lembaga keagamaan.
Anggota DPRD yang melakukan anjangsana terdiri dari Husein Pambudi, Tukijan, Agus Supriyanta, Qois Reiza, Mujiharsa dan Suryanto. Di setiap panti asuhan yang didatangi para anggota DPRD menyerahkan bingkisan dan bantuan uang untuk membantu operasional. "Kami melakukan anjangsana untuk memperingati hari jadi DPRD Kulonprogo ke-73 di 2026 ini," ujar Agus Supriyanta di sela-sela anjangsana, Kamis (8/1/2026).
Sementara itu, Pengelola Panti Asuhan Aisyiyah Banaran, Sapardiyah mengaku sangat senang didatangi anggota DPRD Kulonprogo. Lantaran ini pertama kalinya para wakil rakyat mendatangi panti asuhan Aisyiyah Banaran. Dia sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan semoga bisa bermanfaat.
"Keinginan dari kami dari DPRD bisa memberikan bantuan karena secara berkala panti asuhan Aisyiyah ini memberikan bantuan kepada yatim dan piatu. Sementara ini uang untuk yatim piatu dari donatur para masyarakat," ungkapnya.
Sapardiyah berharap kedatangan ini bisa memberikan ruang untuk panti asuhan Aisyiyah dapat sokongan dana dari pemerintah sehingga dapat memberikan bantuan dengan baik.
Ketua DPRD Kulonprogo, Aris Syarifudin menjelaskan, ada lima kelompok yang dibagi agar para wakil rakyat menjangkau titik-titik panti asuhan dan pondok pesantren secara merata. Menurutnya, anjangsana ini sebagai langkah untuk mendekatkan anggota DPRD Kulonprogo dengan rakyat.
Selain itu tentunya anjangsana ini sebagai upaya nyata untuk anak-anak yatim dan pengasuh lembaga keagamaan. "Kami tidak menggelar seremoni acara yang gebyar meriah karena DPRD Kulonprogo berupaya penuh mendekatkan diri pada panti asuhan dan pesantren," ungkapnya.
Dukungan terhadap kalangan yatim piatu sangat penting karena dibutuhkan untuk meningkatkan moral. Aris berharap di hari jadi DPRD Kulonprogo tahun ini dapat menghasilkan produk hukum yang benar-benar terimplementasi dengan baik. Termasuk mendorong untuk aturan hukum terkait pesantren dapat terwujud.
"DPRD Kulonprogo berharap dapat mengajak masyarakat luas dan pejabat untuk membangun kepedulian yang lebih tinggi kepada sesama," tandasnya.
Melalui anjangsana ini, DPRD Kulonprogo berharap semangat kepedulian sosial terus tumbuh seiring komitmen menghasilkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.