Satpol PP Sleman Tertibkan 1.791 Spanduk dan Reklame Selama 2026
Satpol PP Sleman menertibkan 1.791 spanduk, reklame, dan APK sepanjang Januari-Juni 2026 melalui 47 operasi di berbagai kapanewon.
Sakit flu/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kasus influenza A subclade K atau superflu belum ditemukan di Kabupaten Sleman hingga awal Januari 2026. Kendati demikian, Dinas Kesehatan Sleman mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin menjaga kebersihan diri.
Karakteristik penularan superflu serupa dengan influenza musiman, yakni melalui percikan droplet saat batuk, bersin, atau berbicara, serta dari permukaan yang terkontaminasi virus.
Secara klinis, gejala superflu sulit dibedakan dari flu biasa, seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, dan rasa lemas. Oleh karena itu, penerapan PHBS dinilai menjadi kunci utama pencegahan.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Sleman, Khamidah Yuliati, mengatakan kasus superflu memang sempat ditemukan di Kota Jogja beberapa bulan lalu. Meski berbatasan dengan Bumi Sembada, superflu tidak merebak ke Sleman.
“Kami tetap meminta masyarakat untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat,” kata Yuliati dihubungi, Minggu (11/1/2026).
Yuliati mengingatkan masyarakat untuk mengambil hikmah Pandemi Covid-19 dalam hal penerapan PHBS. Perlu untuk mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, mengenakan masker bagi orang sakit, dan menjaga jarak apabila diperlukan.
Virus ini menular melalui percikan droplet saat batuk, bersin, atau berbicara, serta melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi, sebagaimana karakteristik penularan influenza musiman pada umumnya.
"Maka kami minta jika mau batuk, silakan tutup mulut dengan lengan tangan atau gunakan tissue sekali pakai,” katanya.
Secara klinis, gejala influenza A subclade K tidak dapat dibedakan dari flu musiman biasa, dengan keluhan utama berupa demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, dan badan lemas.
Selain PHBS, masyarakat bisa meningkatkan imunitas/ daya tahan tubuh dengan makan-minum cukup dilengkapi buah dan sayuran, olahraga/ gerak fisik cukup lima hari setiap pekannya dengan durasi 30 menit per hari.
“Tidak perlu langsung 30 menit, bisa dibagi. Misalnya pagi dan sore masing-masing lima belas menit,” ucapnya.
Dinkes Sleman mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap superflu dengan menjaga kebersihan, etika batuk, serta menerapkan pola hidup sehat secara konsisten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Sleman menertibkan 1.791 spanduk, reklame, dan APK sepanjang Januari-Juni 2026 melalui 47 operasi di berbagai kapanewon.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.