Tekan Pengangguran, Padat Karya Digelar di 65 Titik di Gunungkidul
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
Sekolah Rakyat yang tuntas direnovasi oleh Nindya Karya. ANTARA/HO-Nindya Karya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pelaksanaan program unggulan Presiden Prabowo Subianto di Gunungkidul menunjukkan progres berbeda. Koperasi Desa Merah Putih mulai dibangun, sementara Sekolah Rakyat dan Kampung Nelayan masih terkendala lahan.
Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Gunungkidul, Hadi Hendro Prayogo, mengungkapkan bahwa program Sekolah Rakyat sebenarnya sudah digulirkan sejak 2025. Namun, pembangunan fisik sekolah di Gunungkidul belum bisa dilakukan karena ketiadaan lahan yang sesuai syarat pemerintah pusat.
Pusat mensyaratkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menyediakan lahan minimal seluas lima hektare. "Kami tidak memiliki lahan dengan luasan tersebut. Alhasil, peran kami saat ini sebatas membantu penjaringan calon siswa melalui pendamping PKH untuk disalurkan ke Sekolah Rakyat di tingkat DIY," ujar Hendro, Senin (12/1/2026).
Relokasi Rencana Kampung Nelayan Merah Putih ke Pantai Drini
Di sektor kelautan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, M. Johan Prasetyo, menyatakan bahwa rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih masih dalam tahap pengajuan ulang. Sebelumnya, usulan di kawasan Pelabuhan Sadeng ditolak oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Berdasarkan evaluasi kementerian, lokasi pembangunan diharapkan mampu menciptakan titik pertumbuhan ekonomi baru. Oleh karena itu, lokasi baru kini dialihkan ke kawasan Pantai Drini.
"Kami memilih Pantai Drini karena tersedia lahan Tanah Kas Desa (TKD) seluas dua hektare yang siap bangun. Kami akan ajukan kembali ke KKP tahun ini," jelas Johan.
Koperasi Desa Merah Putih Mulai Dibangun di 10 Titik
Sementara itu, progres signifikan terlihat pada program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Gunungkidul, Supartono, memaparkan bahwa KDMP telah terbentuk di 144 kalurahan di Bumi Handayani. Namun, baru sepuluh kalurahan yang memulai pembangunan gedung fisik bekerja sama dengan PT Agrinas.
Sepuluh lokasi tersebut meliputi:
Supartono mengingatkan kalurahan lain agar tidak terburu-buru melakukan pembangunan fisik sebelum status lahan dipastikan clear and clean.
"Jika menggunakan Lahan Baku Sawah (LBS), perizinannya harus tuntas dan harus ada lahan pengganti agar luas LBS tidak berkurang. Kepastian status lahan sangat penting untuk keberlanjutan ke depan," tegasnya.
Selain infrastruktur, Pemkab juga fokus pada peningkatan kapasitas SDM pengelola koperasi melalui pelatihan rencana bisnis (business plan) dan sosialisasi akses permodalan perbankan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
Kemenaker akan mengklarifikasi perbedaan data PHK dengan Apindo setelah muncul selisih angka pekerja terdampak sepanjang 2026.
Warga Gowongan dari anak-anak hingga lansia dapat belajar tari klasik Yogyakarta gratis melalui Kampung Menari Hasta Budaya.
Kasus rubella di Bantul naik menjadi 35 kasus pada 2026. Dinkes mempercepat imunisasi MR melalui BIAS mulai Agustus.
PM Prancis mengklaim kebakaran hutan mulai terkendali meski luas lahan terbakar telah melampaui rekor sebelumnya.
Sejumlah orang tewas dalam penembakan di Idaho, AS. Polisi menyatakan ancaman telah berakhir, sementara penyelidikan masih berlangsung.