Hasto Dorong MPLS Jadi Ruang Bangun Kepercayaan Diri Siswa Baru
Hasto Wardoyo meminta MPLS di Kota Jogja menjadi ruang menghilangkan kecemasan siswa baru, bukan ajang bullying maupun perpeloncoan.
Pengendara melintas di Jembatan Kewek pada Minggu (23/11/2025). Pemkot Jogja berencana merehabilitasi jembatan tersebut tahun depan. Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memperkirakan pembangunan Jembatan Kewek akan dimulai pada April 2026. Proyek tersebut nantinya akan ditangani langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Hasri Nilam Baswari, menjelaskan bahwa saat ini pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap pengujian struktur tanah. Pada fase ini, petugas memetakan titik tanah paling keras yang akan menjadi lokasi peletakan fondasi jembatan.
“Karena fondasi itu harus di atas tanah yang keras, jadi kita melakukan pengujian tanah dulu untuk tahu posisi tanah kerasnya ada di mana,” katanya, Senin (19/1/2026).
Dalam proses pengambilan data tersebut, tim teknis juga mengambil sampel pembanding di Jembatan Segoro Amarta. Di lokasi itu, lapisan tanah terkeras berada pada kedalaman sekitar 20 meter. Sampel tersebut akan dibandingkan dengan karakter tanah di lokasi Jembatan Kewek untuk menentukan rancangan fondasi yang paling aman.
Hasri menambahkan, dokumen kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan Jembatan Kewek juga tengah disusun. Sementara itu, Detail Engineering Design (DED) Jembatan Kewek telah rampung sekitar 80%.
“Untuk fasadnya, kami masih melakukan asistensi dengan Dewa Warisan Budaya, jadi nanti mungkin ada perubahan tapi tidak banyak,” katanya.
Berdasarkan perkembangan tersebut, Pemkot Jogja memperkirakan pekerjaan fisik Jembatan Kewek mulai dikerjakan pada triwulan kedua 2026.
“Kemungkinan nanti rencananya dari Pelaksana Jalan Nasional (PJN) sendiri, mungkin di Maret–April untuk pengadaan kemudian dilaksanakan pekerjaan fisik,” ujarnya.
Hasri menyebutkan, pekerjaan pembangunan Jembatan Kewek diperkirakan berlangsung selama sembilan bulan dengan alokasi anggaran sebesar Rp19 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Skema pendanaan dan pola pelaksanaan tersebut menempatkan proyek ini sebagai bagian dari penguatan jaringan jalan nasional di kawasan perkotaan Jogja, sekaligus membuka ruang penyesuaian desain agar tetap selaras dengan karakter kawasan cagar budaya di sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasto Wardoyo meminta MPLS di Kota Jogja menjadi ruang menghilangkan kecemasan siswa baru, bukan ajang bullying maupun perpeloncoan.
KPK menyebut tingginya biaya politik menjadi salah satu faktor risiko korupsi kepala daerah. Sebanyak 15 kepala daerah hasil Pilkada 2024 telah menjadi tersangk
Cak Imin meresmikan Sigap Bangsa, organisasi penanggulangan bencana bentukan PKB yang telah melatih 250 relawan tanggap bencana.
Dishub DIY kembali menggelar program becak listrik gratis keliling Malioboro pada 21 Juli 2026. Berikut jadwal, lokasi, dan cara mengikutinya.
IRGC mengklaim meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Yordania dan Kuwait sebagai balasan atas serangan AS.
Jumog River Tubing resmi beroperasi di Karanganyar. Wisatawan bisa menyusuri sungai 800 meter selama 20 menit dengan tiket Rp25.000.