Tiga Tersangka Ditetapkan dalam Kasus Pembubaran Ibadah GMS Bantul
Polda DIY menetapkan tiga tersangka dalam kasus pembubaran paksa ibadah GMS di Sewon, Bantul setelah memeriksa 32 saksi.
Pohon tumbang di Jalan Lembah UGM, Karang Malang, Caturtunggal, Depok, Sleman pada Sabtu (25/1/2026) yang menyebabkan dua orang meninggal dunia./Harian Jogja -- Catur DwiJanati
Harianjogja.com, SLEMAN—Peristiwa angin kencang di Sleman kembali memakan korban jiwa seusai sebuah pohon randu tumbang di Jalan Lembah UGM, Karang Malang, Caturtunggal, Depok, dan menimpa dua orang pengendara sepeda motor yang tengah melintas.
Insiden itu terjadi di kawasan padat aktivitas sekitar Universitas Gadjah Mada (UGM), tepatnya di sisi Polsek Bulaksumur, saat embusan angin kencang menerpa pepohonan di wilayah tersebut. Sejumlah warga mengaku mendengar suara tumbangnya pohon dengan intensitas yang tidak biasa.
Seorang warga setempat, Yahya, menuturkan dirinya sedang berada di teras rumah ketika peristiwa itu terjadi. Ia mendengar suara keras disertai debu dan daun yang beterbangan hingga ke arah rumahnya.
“Angin sama daun-daun sama debu, kaya lindu (gempa),” ujarnya pada Sabtu (24/1/2026).
Menurut Yahya, sebelum pohon tumbang, suara angin kencang sudah lebih dulu terdengar menghantam pepohonan di sekitar lokasi. Tidak lama berselang, suara retakan keras muncul saat pohon ambruk, disusul debu dan dedaunan yang berhamburan.
Seusai kejadian, warga di sekitar lokasi segera mendekat untuk melihat kondisi di lapangan. Yahya mengaku sempat melihat langsung sepeda motor yang tertimpa pohon beserta dua orang yang berada di atasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman, Raden Haris Martapa, menjelaskan angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di berbagai titik di Sleman. Salah satu kejadian tersebut berujung pada korban meninggal dunia.
“Ini di kawasan UGM, kebetulan ini di samping Polsek Bulaksumur, ada satu pohon besar, pohon randu tadi tumbang. Kemudian ada yang sedang lewat,” terang Haris.
Haris menyampaikan, dua orang yang sedang melintas di lokasi kejadian tertimpa pohon tersebut. Ia menambahkan, korban kemudian dievakuasi oleh petugas dan dibawa ke fasilitas kesehatan.
“Dari kepolisian sedang mengidentifikasi nanti untuk korbannya. Tapi korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara. Iya [korban] meninggal dunia,” tandasnya.
Kapolsek Bulaksumur, AKP Subilal, mengonfirmasi adanya dua korban jiwa dalam peristiwa pohon tumbang akibat angin kencang di Sleman tersebut. Berdasarkan dugaan awal, kondisi akar pohon dinilai tidak cukup kuat menahan terpaan angin.
“Sebenarnya [akarnya] enggak [lapuk], cuma karena mungkin akarnya kurang kuat saja. Jadi rungkat kena angin,” ujarnya. Peristiwa angin kencang di Sleman ini menambah catatan kejadian pohon tumbang yang terjadi di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlangsung di wilayah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY menetapkan tiga tersangka dalam kasus pembubaran paksa ibadah GMS di Sewon, Bantul setelah memeriksa 32 saksi.
Pemain ketoprak meninggal saat pentas di Bantul. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan dan korban meninggal akibat henti jantung.
Amri/Nita melaju ke semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah mengalahkan Yang/Hu dua gim langsung.
29 klub sudah lolos Liga Champions 2026/27. Simak tujuh tiket tersisa, daftar peserta, jadwal play-off, dan format fase liga.
KPK menyegel ruang rektor dan wakil rektor Unsoed. Kampus menyebut belum mendapat informasi resmi terkait perkara yang ditangani KPK.
Skandal KFA dan dugaan layanan seksual untuk wasit asing kembali mencuat. Polisi Korea Selatan menyebut perkara telah kedaluwarsa.