Investasi Sleman Tembus Rp931,7 Miliar, Kelistrikan Terbesar
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Taman wisata Kaliurang. - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemulihan pariwisata di Kawasan Kaliurang masih berjalan bertahap seusai pandemi Covid-19, dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman memacu kembali pentas seni sebagai penggerak kunjungan wisatawan yang belum sepenuhnya pulih meski krisis kesehatan telah berlalu hampir lima tahun.
Kondisi itu tercermin dari jumlah pagelaran yang belum kembali ke masa sebelum pandemi. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Sleman, Irawati Palupi Dewi, menyebut sebelum pandemi terdapat 144 kali pentas seni reguler dalam setahun, sementara kini angkanya masih jauh di bawah capaian tersebut.
“Pasca-Covid-19, jumlah pentas mengalami fluktuasi mengikuti dinamika fiskal Pemerintah Kabupaten Sleman. Namun jumlahnya belum mampu menyamai kondisi sebelum pandemi,” ujarnya.
Pada 2024, Dispar Sleman hanya mampu menggelar enam kali pentas seni, kemudian turun menjadi empat kali pada 2025. Memasuki 2026, Dispar menargetkan 22 kali pagelaran. Hingga periode 1 Januari–26 Januari 2026, dua pentas jathilan telah digelar di kawasan Tlogoputri Kaliurang.
“Penurunan jumlah pentas reguler ini merupakan dampak langsung pandemi Covid-19. Selain itu, kondisi fiskal Pemkab Sleman juga belum cukup kuat untuk menambah jadwal pentas,” kata Irawati saat ditemui di kantornya, Senin (26/1/2026).
Meski demikian, geliat kunjungan wisata sempat terlihat pada awal tahun. Pada 1 Januari, jumlah wisatawan yang datang ke Kawasan Kaliurang mencapai sekitar 7.000 orang, dan pada 3 Januari mendekati angka yang sama. Lonjakan ini dipengaruhi momentum libur panjang serta daya tarik pentas jathilan.
Saat ini, Dispar Sleman telah memetakan sejumlah tanggal strategis yang bertepatan dengan long weekend untuk menggelar pentas seni sebagai pemantik arus wisata.
“Jathilan masih menjadi pertunjukan favorit di Tlogoputri Kaliurang, tetapi kami tidak akan terus-menerus menampilkan jathilan saja,” katanya.
Untuk memperkaya ragam pertunjukan, Dispar Sleman tidak hanya bekerja sama dengan Asosiasi Jathilan, tetapi juga menggandeng Asosiasi Kubro sebagai seni religius serta Asosiasi Campursari.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman, Ishadi Zayid, menegaskan peran instansinya berada pada ranah pembinaan kelompok seni, sementara pelaksanaan pentas menjadi kewenangan Dispar. Ia menyoroti tantangan pemajuan kelompok seni dan mendorong kemandirian setiap komunitas.
“Dengan atau tanpa anggaran, baik dari Dana Keistimewaan maupun APBD, kelompok seni harus tetap bergerak. Ketersediaan anggaran tidak selalu dapat dipastikan karena dipengaruhi dinamika perekonomian pemerintah,” ujarnya.
Zayid menambahkan, tidak semua kelompok seni dapat difasilitasi secara bersamaan sehingga diperlukan sistem giliran. Namun, ia menegaskan kebudayaan memiliki posisi strategis dalam pembangunan Sleman.
“Sesuai visi misi bupati, kebudayaan menjadi fondasi pembangunan. Seluruh pembangunan di Sleman harus berakar pada budaya lokal,” kata Zayid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes di Stadion Gelora Bung Tomo.
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.