DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Kerusakan Bagain atap di balai Padukuhan Ngasem, ngalang, Gedangsari, Selasa (27/1/2026) ist/bpbdgunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Getaran gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 yang berpusat di Bantul, Selasa (27/1/2026) siang, berdampak hingga wilayah Kabupaten Gunungkidul dengan menimbulkan kerusakan ringan pada sejumlah rumah warga dan fasilitas padukuhan. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, mengungkapkan guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh warga di sejumlah wilayah Bumi Handayani. Hasil pendataan awal menunjukkan adanya laporan kerusakan di Padukuhan Ngasem, Kalurahan Ngalang.
Di lokasi tersebut, bangunan balai padukuhan mengalami kerusakan pada bagian atap setelah beberapa genteng pecah akibat guncangan. Tidak jauh dari balai padukuhan, tiga rumah warga milik Supirah, Wasidi, dan Adi Wiyono juga dilaporkan mengalami rusak ringan.
“Semuanya rusak ringan, mulai dari genteng dan asbes di bagian atap rumah pecah,” kata Edy kepada wartawan, Selasa sore.
Meski terdapat sejumlah bangunan terdampak, Edy menegaskan gempa Bantul tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Berdasarkan hasil asesmen sementara di Padukuhan Ngasem, total kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp2 juta.
“Sudah mulai terkondisikan dan dampak hanya berupa kerusakan material. Untuk korban jiwa maupun luka tidak ada,” ungkapnya.
Selain di Padukuhan Ngasem, laporan kerusakan juga datang dari wilayah Padukuhan Pagutan, Kalurahan Pengkol, Kecamatan Nglipar. Di lokasi ini, balai padukuhan mengalami rusak ringan dengan estimasi kerugian sekitar Rp200.000.
Tak hanya itu, di padukuhan yang sama juga dilaporkan adanya retakan pada dinding musala dengan taksiran kerugian mencapai Rp1 juta. Sementara itu, empat rumah warga di Padukuhan Pagutan turut mengalami kerusakan ringan akibat gempa Bantul dengan total kerugian sekitar Rp800.000.
Salah seorang warga Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, Yuwono, mengaku terkejut saat gempa terjadi karena getarannya terasa cukup kuat.
Saat kejadian, ia mengungkapkan sedang tiduran di kursi rumahnya. Begitu merasakan guncangan, ia langsung bangkit dan bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
“Kaget dan spontan berlari keluar,” katanya.
Meski sempat panik, Yuwono memastikan tidak ada kerusakan bangunan di lingkungan tempat tinggalnya akibat gempa yang berpusat di Bantul tersebut, sehingga kondisi saat ini dinyatakan aman dan terkendali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.
Kemnaker dan SIGAB meluncurkan panduan optimalisasi ULD untuk memperluas akses kerja penyandang disabilitas dan memperkuat pendampingan.