Sampah Visual di Jogja Harus Ditertibkan, Jangan Tunggu Laporan Warga
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Seorang pedagang sate menangis histeris saat penertiban di Jalan Malioboro Jogja, menjadi viral di media sosial. - ist/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Insiden pedagang sate yang menangis histeris saat penertiban di kawasan Malioboro memicu perhatian publik, seusai video peristiwa tersebut viral di media sosial dan memunculkan dugaan penyitaan dagangan oleh Satpol PP Kota Jogja.
Kepala Satpol PP Kota Jogja, Octo Noor Arafat, menegaskan bahwa petugas belum melakukan penyitaan barang dagangan saat kejadian berlangsung. Reaksi emosional pedagang terjadi sebelum ada tindakan pengamanan barang oleh petugas.
“Belum kami amankan dagangannya. Yang bersangkutan justru terjatuh lalu menendang barang dagangannya sendiri,” ujar Octo, Selasa (28/1/2026).
Ia menjelaskan, penertiban di kawasan Malioboro merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari. Kondisi tersebut kerap memicu kepanikan dan emosi pedagang ketika petugas mendekat, termasuk pada peristiwa di depan Batik Terang Bulan itu.
Octo menyebut pedagang sate tersebut bukan kali pertama ditertibkan. Dalam penertiban terakhir, pedagang berupaya menghindari petugas hingga akhirnya terjatuh.
“Yang bersangkutan lari saat ada petugas dan kepleset,” katanya.
Lebih lanjut, Satpol PP Kota Jogja terus menjalankan penegakan aturan melalui sejumlah tahapan, mulai dari penebalan pengawasan di titik rawan pelanggaran, penghentian kegiatan usaha melalui pengamanan barang, hingga proses tindak pidana ringan (tipiring) secara yustisi.
Meski demikian, setiap penertiban selalu diawali pendekatan persuasif dan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, mengingat karakter Malioboro sebagai kawasan strategis sekaligus ikon Kota Jogja yang menjadi perhatian banyak pihak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
SPMB SMP Gunungkidul 2026 buka jalur domisili 29 Juni. Aturan diperketat untuk cegah kecurangan KK tempel.
BNN, TNI, dan Polri bongkar 59 jaringan narkoba. Lebih dari 200 ton barang bukti diamankan senilai Rp29 triliun.
Disdikpora Kulonprogo gelar pelatihan dan lomba bisnis untuk pelajar dan pemuda, dorong lahirnya wirausahawan muda.
UGM kembangkan Smart Compost Vessel di Sleman, ubah sampah organik jadi pupuk cair untuk ketahanan pangan keluarga.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman menggelar peringatan Milad ke-29 yang dirangkaikan dengan peresmian Sasana Krida Wiyata pada Jumat (26/6/2026).