Pemkot Jogja Tekan Belanja Pegawai Lewat Pembatasan Rekrutmen
Belanja pegawai Pemkot Jogja masih 35,7 persen dari APBD 2026. BPKAD menekan anggaran melalui pembatasan rekrutmen ASN dan memanfaatkan tingginya angka pensiun
Seorang pedagang sate menangis histeris saat penertiban di Jalan Malioboro Jogja, menjadi viral di media sosial. - ist/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Insiden pedagang sate yang menangis histeris saat penertiban di kawasan Malioboro memicu perhatian publik, seusai video peristiwa tersebut viral di media sosial dan memunculkan dugaan penyitaan dagangan oleh Satpol PP Kota Jogja.
Kepala Satpol PP Kota Jogja, Octo Noor Arafat, menegaskan bahwa petugas belum melakukan penyitaan barang dagangan saat kejadian berlangsung. Reaksi emosional pedagang terjadi sebelum ada tindakan pengamanan barang oleh petugas.
“Belum kami amankan dagangannya. Yang bersangkutan justru terjatuh lalu menendang barang dagangannya sendiri,” ujar Octo, Selasa (28/1/2026).
Ia menjelaskan, penertiban di kawasan Malioboro merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari. Kondisi tersebut kerap memicu kepanikan dan emosi pedagang ketika petugas mendekat, termasuk pada peristiwa di depan Batik Terang Bulan itu.
Octo menyebut pedagang sate tersebut bukan kali pertama ditertibkan. Dalam penertiban terakhir, pedagang berupaya menghindari petugas hingga akhirnya terjatuh.
“Yang bersangkutan lari saat ada petugas dan kepleset,” katanya.
Lebih lanjut, Satpol PP Kota Jogja terus menjalankan penegakan aturan melalui sejumlah tahapan, mulai dari penebalan pengawasan di titik rawan pelanggaran, penghentian kegiatan usaha melalui pengamanan barang, hingga proses tindak pidana ringan (tipiring) secara yustisi.
Meski demikian, setiap penertiban selalu diawali pendekatan persuasif dan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, mengingat karakter Malioboro sebagai kawasan strategis sekaligus ikon Kota Jogja yang menjadi perhatian banyak pihak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Belanja pegawai Pemkot Jogja masih 35,7 persen dari APBD 2026. BPKAD menekan anggaran melalui pembatasan rekrutmen ASN dan memanfaatkan tingginya angka pensiun
AI Overviews Google keliru menyebut kamera Flock Safety mengandung emas hingga Rp12,5 juta. Studi juga menemukan banyak jawaban AI tak akurat.
Kejagung memeriksa pihak Bank Indonesia dalam kasus Febrie Adriansyah untuk mendalami SOP dan mekanisme operasional money changer.
Rencana Depo Nirmala Bantul menjadi TPS 3R masih terkendala persetujuan warga Padokan Kidul. DPRD meminta sosialisasi dan SOP.
Penempatan manajer KDKMP belum dimulai. Sebanyak 29.830 calon manajer telah mengikuti seleksi dan pelatihan.
Z Jerman siap mendukung program PLTS 100 GW Indonesia, tetapi menilai sistem kelistrikan dan SDM perlu diperkuat.