Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Warga Baciro menyalurkan sampah ke pelapak, beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pengelolaan sampah anorganik di Baciro kian tertata seusai Bank Sampah Nastiti Mandiri RW 10 mengoptimalkan pemilahan rumah tangga dan penyaluran ke pelapak, sehingga volume sampah yang dibuang ke depo dapat ditekan secara signifikan.
Skema kerja dimulai dari pemilahan mandiri di setiap rumah. Sampah anorganik yang telah dipisahkan kemudian disetorkan ke rumah salah satu pengurus bank sampah RW 10 untuk dicatat dan dikumpulkan sebelum diambil pelapak.
Pengurus Bank Sampah RW 10, Lina Setiowati, menyampaikan warga RT 34 telah konsisten memilah sampah anorganik dari rumah masing-masing.
“Hasil pilahan sampah anorganik disetor ke rumah saya, lalu kami mencatat setiap warga yang menyetor hasil pilahan sampah anorganik,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Sampah anorganik yang terkumpul kemudian diambil pelapak dari Klaten secara rutin, sehingga tidak terjadi penumpukan berlebih di lingkungan warga. Pola pengambilan berkala ini menjaga sirkulasi sampah tetap lancar.
“Sampah anorganik hasil pilahan dari warga RT 34 terdiri dari beberapa jenis di antaranya besi, botol kaca, botol plastik, dan kertas,” katanya.
Lurah Baciro, Sutikno, menilai warga telah melakukan pemilahan dengan benar karena sampah yang disetorkan ke bank sampah tidak tercampur dengan jenis lain. Ia mendukung praktik ini dengan monitoring rutin terhadap proses penyaluran.
“Kegiatan yang dilakukan warga RT 34 RW 10 Baciro merupakan bukti nyata dukungan pelaksanaan Program Mas JOS [Masyarakat Jogja Olah Sampah]. Program Mas JOS ada lima langkah, yaitu pilah sampah sesuai jenisnya, sampah anorganik ke bank sampah, olah sampah organik, habiskan makanan, dan gunakan wadah berulang,” paparnya.
Saat ini di Kelurahan Baciro telah terbentuk 25 bank sampah. Sutikno berharap, dengan bertambahnya bank sampah dan konsistensi penyaluran sampah anorganik, pengelolaan sampah wilayah dapat terus menguat sejalan dengan instruksi Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.