Pria Bantul Bobol Ponsel Tetangga, Modus WhatsApp Palsu Raup Rp20 Juta
Pria di Bantul ditangkap setelah mencuri ponsel tetangga dan memakai WhatsApp korban untuk menipu rekan hingga meraup Rp20 juta.
Ilustrasi TKA. /ANTARA FOTO-Syifa Yulinnas.\n
Harianjogja.com, BANTUL — Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul mulai memfinalisasi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang bakal menjadi salah satu komponen penting dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran mendatang.
Saat ini, ribuan siswa SD, SMP, hingga MTs di Bantul masih intens mengikuti rangkaian try out yang diselenggarakan berbagai pihak, mulai dari Disdikpora, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), hingga Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).
Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menyampaikan try out tersebut bertujuan mematangkan kesiapan siswa menjelang TKA yang direncanakan berlangsung pada April 2026.
“Sekarang anak-anak masih terus mengikuti try out. Ini menjadi persiapan penting menghadapi TKA yang akan digelar April nanti,” ujar Nugroho, Sabtu (31/1/2026).
Ia menjelaskan, secara nasional materi TKA mencakup literasi dan numerasi. Namun khusus di Daerah Istimewa Yogyakarta, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) mendapat tambahan mata pelajaran.
Untuk jenjang sekolah dasar, peserta akan mengerjakan materi IPA. Sementara jenjang SMP akan mendapatkan tambahan IPA serta Bahasa Inggris.
“Tambahan ini hanya berlaku di DIY. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas akademik siswa di daerah,” jelasnya.
Selain persiapan teknis ujian, Disdikpora Bantul juga tengah merancang regulasi pelaksanaan SPMB 2026. Saat ini, proses perencanaan masih mencakup pendataan jumlah lulusan serta ketersediaan rombongan belajar di seluruh satuan pendidikan.
Dalam skema seleksi nanti, nilai TKA akan menjadi salah satu indikator utama khususnya pada jalur prestasi. Penilaian prestasi akan mengombinasikan hasil TKA, TKAD, serta nilai rapor siswa.
“Dari pembahasan terakhir, bobot terbesar akan diberikan pada TKA, kemudian TKAD, dan yang paling kecil dari nilai rapor,” terang Nugroho.
Sementara itu, Sekretaris Disdikpora Bantul, Titik Sunarti Widyaningsih, menyampaikan pihaknya tengah menyiapkan pengiriman data siswa SD dan SMP yang akan menjadi calon peserta TKA 2026.
“Kami sedang mempersiapkan data calon peserta agar seluruh siswa di Bantul bisa mengikuti TKA,” katanya.
Meski pemerintah pusat menyatakan keikutsertaan TKA bersifat pilihan, Titik menegaskan hasil tes tetap akan digunakan sebagai salah satu syarat dalam pendaftaran ke jenjang pendidikan berikutnya.
“Secara aturan memang tidak wajib, tetapi hasil TKA tetap dipakai sebagai salah satu syarat masuk sekolah lanjutan. Jadi kalau ingin melanjutkan pendidikan, TKA ini menjadi jalurnya,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria di Bantul ditangkap setelah mencuri ponsel tetangga dan memakai WhatsApp korban untuk menipu rekan hingga meraup Rp20 juta.
Gelombang panas ekstrem pecahkan rekor di Inggris dan Eropa, suhu capai 36,9°C, ratusan korban jiwa dilaporkan di Spanyol.
Spanyol kalahkan Uruguay 1-0 dan lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026. Gol Alex Baena jadi penentu.
Harga pangan nasional terbaru: cabai rawit merah Rp69.750/kg, telur Rp29.750/kg. Simak daftar lengkapnya di sini.
Tanjung Verde lolos 32 besar Piala Dunia 2026 usai tahan Arab Saudi 0-0. Debutan ini bikin kejutan besar.
Agenda wisata Jogja 27-30 Juni 2026 penuh event seru, mulai ARTJOG, Pasar Kangen hingga festival lifestyle. Simak rekomendasinya.