Ganti Rugi Tol Jogja-YIA Cair Rp131 M, Warga Segera Kosongkan Lahan
UGR Tol Jogja-YIA tahap ke-55 senilai Rp131 miliar mulai dicairkan. BPN Kulonprogo meminta penerima segera mengosongkan lahan.
Foto ilustrasi. Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Mal Pelayanan Publik (MPP) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kulonprogo direncanakan akan menambah satu stand layanan baru pada 2026. Bursa Efek Indonesia (BEI) disebut akan turut hadir memberikan layanan di MPP tersebut.
Namun hingga kini, kepastian waktu operasionalnya masih menunggu penyelesaian proses administrasi.
Penelaah Teknis Kebijakan DPMPTSP Kulonprogo, Widya Asri Rahmawati, membenarkan rencana tersebut. Ia menyebutkan, saat ini kerja sama masih dalam tahap penjajakan dan penyusunan dokumen resmi.
“Bursa efek mau ke sini baru rencana, sudah mulai tahap memorandum of understanding (MoU) termasuk juga perjanjian kerja sama (PKS),” katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (10/2/2026).
Masih Proses Administratif
Widya menjelaskan, MoU dan PKS diperlukan sebagai dasar hukum dan regulasi kehadiran BEI di MPP DPMPTSP Kulonprogo. Dengan adanya perikatan tertulis, layanan yang diberikan nantinya memiliki payung aturan yang jelas.
Meski masih berproses, pihaknya berharap kehadiran BEI dapat terealisasi tahun ini. Stand untuk BEI pun telah disiapkan.
“Insyaallah tahun ini bakalannya bursa efek ada di sini, tempat atau standnya sudah disiapkan di MPP DPMPTSP Kulonprogo,” ujarnya.
Ia menambahkan, stand BEI tidak memerlukan ruang privat seperti layanan keimigrasian. Di MPP Kulonprogo, beberapa instansi memang menggunakan ruang khusus karena berkaitan dengan data dan identitas pribadi.
“Tempat yang disiapkan untuk bursa efek nanti yang seperti biasanya, bukan privat,” ucap Widya.
Fokus Sosialisasi dan Informasi
Terkait jenis layanan yang akan diberikan, Widya menyebut pembahasan masih berlangsung. Dari diskusi awal, BEI kemungkinan akan menyediakan layanan sosialisasi dan informasi seputar pasar modal.
“Namun itu belum fiks karena sementara ini layanan yang akan diberikan bursa efek masih digodok atau masih pembahasan,” katanya.
Rencana kehadiran BEI di MPP DPMPTSP Kulonprogo telah mulai dibicarakan sejak akhir 2025. BEI disebut tertarik membuka akses layanan di Kulonprogo agar masyarakat Bumi Binangun lebih mudah memperoleh informasi terkait investasi pasar modal.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kulonprogo, Sarji, berharap tambahan layanan ini dapat memberi dampak positif bagi masyarakat. Saat ini, MPP Kulonprogo telah menghadirkan berbagai layanan, antara lain Polres, BPJS Kesehatan, BPN, Bank BPD DIY, Taspen, hingga Pengadilan Agama.
Penambahan stand BEI diharapkan semakin melengkapi layanan publik yang tersedia dalam satu lokasi terpadu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGR Tol Jogja-YIA tahap ke-55 senilai Rp131 miliar mulai dicairkan. BPN Kulonprogo meminta penerima segera mengosongkan lahan.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.
Cek desil bansos 2026 lewat HP menggunakan NIK. Kenali 5 desil prioritas PKH, BPNT, Sembako, dan BLT Kesra Rp900.000.