BPD DIY Salurkan CSR di Kulonprogo, 15 Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
Foto ilustrasi. Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Mal Pelayanan Publik (MPP) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kulonprogo direncanakan akan menambah satu stand layanan baru pada 2026. Bursa Efek Indonesia (BEI) disebut akan turut hadir memberikan layanan di MPP tersebut.
Namun hingga kini, kepastian waktu operasionalnya masih menunggu penyelesaian proses administrasi.
Penelaah Teknis Kebijakan DPMPTSP Kulonprogo, Widya Asri Rahmawati, membenarkan rencana tersebut. Ia menyebutkan, saat ini kerja sama masih dalam tahap penjajakan dan penyusunan dokumen resmi.
“Bursa efek mau ke sini baru rencana, sudah mulai tahap memorandum of understanding (MoU) termasuk juga perjanjian kerja sama (PKS),” katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (10/2/2026).
Masih Proses Administratif
Widya menjelaskan, MoU dan PKS diperlukan sebagai dasar hukum dan regulasi kehadiran BEI di MPP DPMPTSP Kulonprogo. Dengan adanya perikatan tertulis, layanan yang diberikan nantinya memiliki payung aturan yang jelas.
Meski masih berproses, pihaknya berharap kehadiran BEI dapat terealisasi tahun ini. Stand untuk BEI pun telah disiapkan.
“Insyaallah tahun ini bakalannya bursa efek ada di sini, tempat atau standnya sudah disiapkan di MPP DPMPTSP Kulonprogo,” ujarnya.
Ia menambahkan, stand BEI tidak memerlukan ruang privat seperti layanan keimigrasian. Di MPP Kulonprogo, beberapa instansi memang menggunakan ruang khusus karena berkaitan dengan data dan identitas pribadi.
“Tempat yang disiapkan untuk bursa efek nanti yang seperti biasanya, bukan privat,” ucap Widya.
Fokus Sosialisasi dan Informasi
Terkait jenis layanan yang akan diberikan, Widya menyebut pembahasan masih berlangsung. Dari diskusi awal, BEI kemungkinan akan menyediakan layanan sosialisasi dan informasi seputar pasar modal.
“Namun itu belum fiks karena sementara ini layanan yang akan diberikan bursa efek masih digodok atau masih pembahasan,” katanya.
Rencana kehadiran BEI di MPP DPMPTSP Kulonprogo telah mulai dibicarakan sejak akhir 2025. BEI disebut tertarik membuka akses layanan di Kulonprogo agar masyarakat Bumi Binangun lebih mudah memperoleh informasi terkait investasi pasar modal.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kulonprogo, Sarji, berharap tambahan layanan ini dapat memberi dampak positif bagi masyarakat. Saat ini, MPP Kulonprogo telah menghadirkan berbagai layanan, antara lain Polres, BPJS Kesehatan, BPN, Bank BPD DIY, Taspen, hingga Pengadilan Agama.
Penambahan stand BEI diharapkan semakin melengkapi layanan publik yang tersedia dalam satu lokasi terpadu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
Pasangan muda di Mlati makin mempertimbangkan pendidikan, karier dan ekonomi sebelum menikah. Usia pendaftar terbanyak sekitar 25 tahun.
Sebanyak 25 daerah di Jatim mengajukan bantuan air bersih akibat kekeringan. Khofifah menyiapkan OMC, pipanisasi dan sumur bor.
Haul Solo ke-115 di Masjid Riyadh, Solo, berlangsung lancar. Panitia menyebut jemaah mencapai seratusan ribu orang.
Panjat tebing Indonesia gagal menambah medali dari nomor lead putra dan putri di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Eskalator Stasiun Duri mengalami gangguan dan bergerak mundur. Sebanyak 12 penumpang luka ringan dan mendapat penanganan medis.