Investasi Sleman Tembus Rp931,7 Miliar, Kelistrikan Terbesar
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Kabupaten Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman mengembangkan sistem penyediaan jasa tukang guna membantu pendatang mengakses layanan hunian di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan urban Bumi Sembada.
Sebagai daerah penyangga Kota Jogja dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di DIY, Sleman berkembang menjadi kawasan permukiman dan pusat pendidikan. Kapanewon Depok, Gamping, Mlati, dan Ngaglik kini menjelma kawasan urban padat yang terintegrasi dengan wilayah perkotaan. Kondisi tersebut memunculkan tantangan baru, terutama bagi pendatang yang belum memiliki jaringan sosial di lingkungan tempat tinggalnya.
“Situasi ini menyebabkan pendatang yang belum tergabung dalam komunitas masyarakat kesulitan mencari pertolongan terkait tata kelola hunian,” kata Kepala Bidang Pendataan, Pembinaan, dan Pengawasan Bangunan DPUPKP Sleman, Martinus Doni Purbo Kuncahyo, saat ditemui di kantornya, Selasa (10/2/2026).
Menurut Doni, karakter masyarakat urban dan sub-urban yang cenderung individual membuat pemerintah perlu hadir sebagai fasilitator. Sistem jasa tukang yang tengah dikembangkan akan memuat data tenaga tukang, termasuk nomor telepon yang dapat dihubungi, sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan konstruksi.
Program tersebut terintegrasi dengan pelatihan tukang yang telah digelar DPUPKP Sleman sejak beberapa tahun terakhir. Pelatihan dilaksanakan di tingkat kalurahan dengan jumlah peserta sekitar 60–70 orang setiap kegiatan. Materi mencakup teknik pemasangan material bangunan hingga aspek Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), dengan narasumber dari bidang Teknik Sipil agar sesuai standar teknis konstruksi.
Kepala Bidang Perumahan DPUPKP Sleman, Suwarsono, menjelaskan terdapat dua faktor krusial dalam pembangunan rumah, yakni kualitas material dan pelaksanaan konstruksi.
“Material harus berkualitas sesuai kebutuhan. Sedangkan pelaksanaan pembangunan berkaitan dengan bagaimana material tersebut disusun menjadi konstruksi bangunan. Ini aspek teknis yang menentukan kekuatan dan keamanan,” kata Suwarsono.
Melalui sistem jasa tukang dan pelatihan berkelanjutan, DPUPKP Sleman berharap kualitas bangunan hunian semakin meningkat sekaligus menjamin aspek keselamatan warga. Inisiatif ini juga menjadi jawaban atas kebutuhan layanan konstruksi di tengah pesatnya urbanisasi Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.