DPRD DIY Siapkan Anggaran DED Mandala Krida di APBD 2027
DPRD DIY menyiapkan anggaran DED renovasi Stadion Mandala Krida dalam pembahasan APBD 2027. Nilainya menunggu perhitungan teknis.
Bahan kebutuhan pokok dijual di pasar tradisional Kota Jogja, DIY. – Antara/Eka AR
Harianjogja.com, JOGJA—Kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan mulai dirasakan masyarakat di DIY. Lonjakan tersebut dinilai berpotensi menekan daya beli, sehingga Komisi B DPRD DIY mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah pengendalian, terutama melalui penguatan pengawasan rantai pasok.
Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, menyebut kenaikan harga dipengaruhi sejumlah faktor. Selain meningkatnya permintaan menjelang Ramadan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dinilai memberi dampak signifikan terhadap pasokan di pasar.
“Barangnya sedikit, sementara permintaannya tinggi. Program MBG juga menjadi salah satu faktor karena suplai banyak terserap ke sana sehingga di pasar menjadi langka,” ujar Andriana, Rabu (11/2/2026).
Ia mencontohkan informasi yang diterimanya dari pelaku usaha pemotongan ayam. Jika sebelumnya hanya satu mobil boks yang terserap untuk kebutuhan tertentu, kini bisa mencapai dua hingga tiga mobil boks untuk program tersebut.
“Salah satu konstituen saya yang bekerja di pemotongan ayam menyampaikan, yang biasanya hanya satu mobil box, sekarang bisa dua sampai tiga mobil box masuk ke program tersebut,” jelasnya.
Telur dan Cabai Melonjak
Sejumlah komoditas strategis tercatat mengalami kenaikan cukup tajam. Harga telur ayam ras kini berada di kisaran Rp38.000 per kilogram. Cabai rawit bahkan menembus Rp10.000 per ons atau setara Rp100.000 per kilogram. Sementara harga ayam potong mencapai sekitar Rp40.000 per kilogram.
Menurut Andriana, kondisi ini perlu diantisipasi serius agar tidak berkembang menjadi gejolak harga yang lebih luas.
Komisi B, lanjutnya, mendorong pemerintah daerah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera mengambil langkah konkret menjaga stabilitas harga.
“Pengawasan rantai pasok harus diperketat agar tidak ada spekulasi maupun penimbunan, sehingga harga tetap bisa dijangkau masyarakat,” tegasnya.
Pantau Langsung ke Pasar
Andriana mengaku pemantauan harga tidak hanya dilakukan melalui laporan resmi, tetapi juga dengan turun langsung ke lapangan. Ia menyebut rutin memantau harga kebutuhan harian sebagai bagian dari pengawasan.
“Saya ini ibu rumah tangga, setiap dua hari sekali belanja langsung ke warung. Beberapa waktu lalu saya juga ke Pasar Bantul, memang ada kenaikan dan itu nyata,” katanya.
Komisi B DPRD DIY memastikan segera berkoordinasi dengan OPD terkait untuk membahas langkah pengendalian harga sekaligus memperkuat distribusi bahan pokok di wilayah DIY.
“Kami akan berdiskusi dengan OPD terkait untuk memastikan stabilitas rantai pasok di DIY tetap aman dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Andriana.
Melalui koordinasi lintas sektor serta pengawasan yang lebih intensif, DPRD DIY berharap gejolak harga menjelang Ramadan dapat segera dikendalikan sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY menyiapkan anggaran DED renovasi Stadion Mandala Krida dalam pembahasan APBD 2027. Nilainya menunggu perhitungan teknis.
Sinyal HP penuh tetapi internet lemot di tempat ramai? Kenali penyebab kepadatan jaringan dan empat cara untuk mengatasinya.
PSS Sleman tertinggal 0-1 dari Borneo FC pada babak pertama pekan ketujuh Super League 2026/2027. Dandy Sonriza mencetak gol, Stefan Ashkovski dikartu merah.
iOS 27.2 membawa dukungan bahasa baru untuk Siri AI, peningkatan aplikasi Apple, dan perbaikan lebih dari 160 kerentanan keamanan.
Jadwal MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober–1 November. Simak jadwal latihan, kualifikasi, sprint race, dan balapan utama WIB.
Pemda DIY menargetkan penataan 23 fasad bangunan Malioboro pada 2026 dengan anggaran Rp1,17 miliar untuk menjaga karakter kawasan Sumbu Filosofi.