Kekeringan hingga Oktober, DPRD Gunungkidul Siapkan Rp400 Juta
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat menggunakan AI ChatGPT.
Harianjogja.com, BANTUL—Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Sonosewu Bantul resmi mengurangi durasi jam belajar selama Ramadan 2026. Kebijakan ini mengacu pada surat edaran Menteri Sosial Republik Indonesia dan disesuaikan dengan kalender akademik Sekolah Rakyat.
Kepala SRMA 19 Sonosewu Bantul, Agus Ristanto, menjelaskan selama bulan Ramadan kegiatan belajar mengajar dimulai pukul 07.30 WIB hingga 13.00 WIB. Durasi tersebut lebih singkat dibandingkan jadwal reguler yang biasanya berlangsung sejak pukul 07.00 WIB sampai 15.30 WIB.
“Sebelum Ramadan pada 18–20 Februari 2026 murid juga akan menjalani pembelajaran mandiri, boleh pulang ke rumah masing-masing atau tetap di asrama,” katanya, Jumat (13/2).
Selama tiga hari pembelajaran mandiri itu, murid tetap memperoleh penugasan dari sekolah. SRMA 19 Sonosewu juga menyesuaikan arahan kurikulum dari pusat, termasuk penerapan jurnal Ramadan yang dielaborasi sesuai jenjang SMA di DIY.
Setelah masa pembelajaran mandiri, kegiatan belajar mengajar efektif kembali dilaksanakan mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026, mengikuti kalender akademik Sekolah Rakyat.
Agus menegaskan, pengurangan jam belajar tidak berarti pengurangan substansi materi. Sekolah justru memperkuat internalisasi nilai-nilai religius dalam proses pembelajaran selama Ramadan.
“Yang kami tekankan adalah internalisasi nilai-nilai religius dan sinergi seluruh pihak di dalam sekolah,” katanya.
Memasuki pekan ketiga Ramadan, sekolah merencanakan kegiatan pesantren Ramadan sebagai bagian dari penguatan karakter dan nilai keagamaan siswa.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan wali asuh dan orang tua agar pelaksanaan pembelajaran selama Ramadan berjalan optimal,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menyampaikan pihaknya tengah merumuskan kebijakan terkait durasi jam belajar selama Ramadan untuk sekolah di bawah kewenangannya.
“Ini sedang dibahas, panduannya sudah ada dari pusat tinggal kami matangkan saja di tingkat daerah. Dalam waktu dekat edarannya akan kami sebar ke setiap SD dan SMP di Bantul,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Prabowo menyebut porsi hasil pengemudi ojol naik dari 80% menjadi 92%. Sejumlah pengemudi dilaporkan penghasilannya naik hingga 3 kali lipat.
Prabowo menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi akhir 2026 dan pembangunan 1.582 kapal ikan modern dimulai pada 2027.
RPPLH DIY 2026-2056 disiapkan sebagai pedoman lingkungan 30 tahun. DPRD DIY meminta pembangunan ekonomi tak mengorbankan lingkungan.
Prabowo menargetkan swasembada daging sapi dan kerbau dalam 5 tahun. Danantara menggandeng JBS dengan investasi awal US$2,5 miliar.
Kekeringan Gunungkidul meluas. Sebanyak 83.757 jiwa di 71 kalurahan terdampak krisis air bersih dan bantuan mencapai 1.087 tangki.