Penemuan 11 Bayi di Pakem Jadi Alarm Pengawasan
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
Foto ilustrasi layanan BPJS Kesehatan. - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Puluhan ribu warga Sleman tercatat keluar dari kepesertaan BPJS Kesehatan sehingga menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menjaga akses layanan kesehatan masyarakat. Hal ini ditegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman yang telah mereaktivasi sebagian peserta dan memasukkan mereka dalam skema pembiayaan daerah.
Data terbaru menunjukkan sebanyak 34.143 jiwa di Sleman keluar dari daftar peserta BPJS Kesehatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK) telah direaktivasi per Jumat (13/2/2026) melalui program Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja (PBPU BP) yang didaftarkan oleh pemerintah daerah.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Dedi Aprianto, menjelaskan pemerintah daerah tidak melakukan pergeseran anggaran dari pos lain untuk pembiayaan program tersebut.
“Sementara tidak ada pergeseran pos-pos anggaran. Nanti kalau memang butuh penambahan, kami akan mengusulkan dengan OPD lain di APBD Perubahan,” kata Dedi dihubungi, Selasa (17/2/2026).
Menurut Dedi, Pemkab Sleman membayar premi kepesertaan secara penuh dengan prioritas warga miskin dan rentan miskin serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis. Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Sleman Nomor 10.1 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Nomor 110 Tahun 2016 mengenai pelaksanaan jaminan kesehatan daerah dalam Sistem Jaminan Kesehatan Nasional.
“Full kami bayar dengan prioritas peserta sesuai Perbup 10.1 Tahun 2020,” katanya.
Melalui langkah reaktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan tersebut, Pemkab Sleman berupaya memastikan masyarakat tetap memperoleh perlindungan jaminan kesehatan meskipun terjadi perubahan data kepesertaan, sekaligus menjaga keberlanjutan layanan kesehatan bagi kelompok rentan yang membutuhkan dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.