Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Transporter mengumpulkan sampah di halaman Kelurahan Baciro, beberapa waktu lalu./ist Kelurahan Baciro
Harianjogja.com, JOGJA—Transporter atau penggerobak memegang peran kunci dalam pengelolaan sampah berbasis wilayah di Kota Jogja. Di Kelurahan Baciro, para transporter rutin menyetor sampah organik ke halaman kelurahan untuk diolah melalui sumur biopori jumbo.
Lurah Baciro, Sutikno, menjelaskan salah satu transporter aktif yakni Yustinus Katino yang melayani penjemputan sampah di wilayah RW 19. Katino secara rutin menempatkan sampah daun hasil penyapuan satu hingga dua kali dalam sepekan, menyesuaikan volume sampah.
Sampah daun tersebut kemudian diambil petugas dengan jadwal dua kali dalam seminggu. Selain daun, Katino juga memisahkan sampah organik basah seperti kulit buah dan sisa sayur mentah.
“Jenis sampah ini disendirikan dan ditempatkan pada sumur biopori jumbo yang dibangun di halaman kelurahan. Di halaman Kelurahan Baciro terdapat tujuh sumur biopori jumbo untuk penempatan sampah organik,” ujarnya, dikutip Sabtu (21/2/2206).
Fasilitas biopori jumbo juga dibangun di sejumlah titik lain di luar halaman kelurahan, seperti di Taman Kantil RW 9, Taman Bakung RW 8, serta halaman Balai Mangkukusuman RW 2. Selain itu, terdapat pula biopori yang dibangun secara swadaya oleh warga, salah satunya di RW 7.
Transporter lain, Tumijo, melayani penjemputan sampah warga RW 18. Sampah yang dikumpulkan terdiri atas berbagai jenis, baik organik maupun anorganik, basah maupun kering.
Di rumahnya, Tumijo melakukan pemilahan lanjutan guna mengurangi pembuangan sampah ke depo. Sampah anorganik dibawa ke bank sampah terdekat, sedangkan sampah organik basah seperti sisa makanan dan sayur matang ditempatkan dalam ember khusus.
Pada hari penjemputan, ember berisi sampah organik basah tersebut dibawa ke halaman kelurahan untuk kemudian diambil offtaker mitra Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta.
Para transporter di Baciro telah memperoleh sejumlah fasilitas dari Pemerintah Kota Jogja melalui kelurahan, di antaranya dua ember pemilahan sampah organik sisa dapur dan gerobak sampah. Pada 2025, Kelurahan Baciro menyalurkan 13 unit gerobak sampah kepada transporter melalui ketua RW.
Sutikno menegaskan aktivitas para transporter merupakan bentuk dukungan nyata dalam pengelolaan sampah di Kota Jogja. Pengelolaan sampah berbasis program Mas JOS (Masyarakat Jogja Olah Sampah) membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk transporter sebagai ujung tombak di tingkat wilayah.
“Pengelolaan sampah berbasis Mas JOS memerlukan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya dari para transporter,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Jadwal lengkap KRL Solo-Jogja hari ini dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB hingga Stasiun Tugu Yogyakarta.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.