Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Foto ilustrasi anak-anak bermain petasan atau mercon, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Gunungkidul pada awal Ramadan 2026 dipastikan aman dan terkendali. Polres Gunungkidul mengintensifkan patroli cipta kondisi guna mengantisipasi potensi kejahatan selama Bulan Puasa.
Kepala Kepolisian Resor Gunungkidul, Damus Asa, menyatakan hingga saat ini tidak ada laporan gangguan besar yang mengusik stabilitas kamtibmas.
“Hingga sekarang masih aman dan terkendali. Tidak ada kejadian atau laporan gangguan besar yang dapat mengganggu kamtibmas,” kata Damus, Senin (23/6/2026).
Meski demikian, ia menegaskan patroli cipta kondisi terus digelar secara rutin dengan melibatkan seluruh jajaran polsek. Selain patroli, kepolisian juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar pelaksanaan ibadah Ramadan berlangsung tertib dan nyaman.
“Kita libatkan seluruh polsek. Kegiatan yang dilakukan bersifat preventif dan humanis,” ungkapnya.
Menurut Damus, patroli difokuskan untuk mengantisipasi gangguan yang kerap muncul selama Ramadan, seperti tindak kriminalitas ringan, termasuk pencurian dan potensi balap liar yang dilakukan kalangan remaja menjelang waktu berbuka puasa.
Lokasi keramaian yang menjadi pusat aktivitas ngabuburit pun tidak luput dari pemantauan aparat. Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak ada aktivitas yang meresahkan masyarakat maupun mengganggu ketertiban umum.
Hal senada disampaikan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Gunungkidul, Yahya Murray. Ia mengungkapkan terdapat potensi kenaikan angka kriminalitas saat Bulan Puasa, mengingat tren peningkatan sudah terlihat pada bulan sebelumnya.
Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan agar tidak menjadi korban tindak pidana. “Sebelum Puasa sudah ada tren kenaikan sehingga harus diwaspadai,” katanya.
Yahya menambahkan, situasi rumah yang kerap kosong saat warga menjalankan Salat Tarawih maupun Subuh berjemaah berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan, sehingga kewaspadaan lingkungan menjadi faktor penting dalam pencegahan.
“Kami terus mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyepelekan hal kecil yang dapat memicu terjadinya kriminalitas. Misalnya, jangan lupa mengunci pintu rumah saat bepergian dan lainnya,” ungkap Yahya.
Polres Gunungkidul bersama jajaran polsek di tingkat kapanewon terus meningkatkan intensitas patroli pengamanan. Sasaran pengawasan difokuskan pada kalurahan dan ruas jalan yang dinilai sebagai titik rawan kriminalitas, sebagai bagian dari upaya menjaga kamtibmas Gunungkidul tetap aman dan kondusif selama Ramadan 2026, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat pada sore hingga malam hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Harga minyak dunia melonjak setelah Trump menolak tawaran damai Iran. Brent naik ke US$106,31 dan WTI US$93,62 per barel.
Wacana pendidikan gratis Prabowo hingga PTN membutuhkan anggaran dan skema jelas, termasuk untuk PTS serta daerah 3T.
YouTube memperketat rekomendasi untuk remaja guna mengurangi paparan berulang konten standar tubuh dan penampilan tertentu.
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Ditjenpas memeriksa Ferdy Sambo dan 54 warga binaan lain usai temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Cibinong.